Bulog Pastikan Penyerapan Gabah Terus Berlangsung Meski Libur Lebaran

Perum Bulog menegaskan bahwa penyerapan gabah dari petani tetap berlangsung tanpa jeda, termasuk saat libur Lebaran 2025. Langkah ini dilakukan demi memastikan kelancaran pasokan, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat cadangan pangan pemerintah (CPP).

“Penyerapan gabah dan beras terus dilakukan oleh Bulog meski suasana libur Lebaran,” kata Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Arwakhudin Widiarso, Sabtu (5/4).

Ia menyampaikan bahwa proses pemantauan penyerapan gabah terus dilakukan oleh Perum Bulog Pusat secara online, dengan melibatkan para pimpinan di tingkat wilayah hingga pimpinan cabang.

“Direksi Perum Bulog melakukan kegiatan secara luring dan zoom/daring di Kantor Pusat Perum Bulog bersama pemimpin wilayah, pemimpin cabang, pada kegiatan tersebut turut dihadiri para Dandim,” ujarnya.

Widiarso menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan penyerapan gabah dan beras tetap berjalan meskipun dalam masa libur Lebaran.

Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap perkembangan penyerapan gabah dan beras dalam rangka menghadapi musim panen raya, agar target stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dapat tercapai.

Ia juga menegaskan bahwa melalui pemantauan ini, pihaknya ingin memastikan penyerapan gabah kering panen (GKP) dengan harga pembelian Rp6.500 per kilogram dari petani bisa berjalan sesuai rencana, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Tak hanya Bulog, kebijakan ini juga harus dijalankan oleh para mitra Bulog serta pelaku usaha pengeringan dan penggilingan beras. Harga pembelian gabah tidak boleh lebih rendah dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang telah ditetapkan, yaitu Rp6.500 per kilogram.

“Monitoring dan evaluasi penyerapan gabah dan beras dilakukan setiap hari melalui luring dan zoom/daring ke jajaran Bulog di wilayah beserta TNI, hingga progres penyerapan gabah/beras dan segala problematikanya selalu terpantau dan problem yang muncul segera dapat terselesaikan,” tambah Widiarso.

Perum Bulog mencatat bahwa hingga saat ini, penyerapan gabah dari petani telah mencapai 709 ribu ton setara beras, sebagai upaya untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa Perum Bulog ditargetkan menyerap 2 juta ton beras produksi dalam negeri hingga April 2025. Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga pangan di Tanah Air.

Zulhas menekankan bahwa Bulog harus menjalankan penyerapan secara bertahap sepanjang Februari, Maret, dan April, sesuai dengan target pemerintah agar stok beras nasional tetap aman dan terkendali.

“Ditargetkan Februari, Maret, April harus mampu menyerap di atas 2 juta ton (setara beras) secara bertahap di Februari, Maret, dan April (2025),” kata Zulhas.

Pemerintah telah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah untuk masa panen raya 2025 sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini mulai berlaku sejak 15 Januari 2025 dan berlaku untuk seluruh pembelian, baik oleh pemerintah maupun oleh penggilingan swasta di seluruh wilayah Indonesia.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa penyesuaian HPP gabah kering panen ini dilakukan sebagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *