KSP: Stok Beras 3,7 Juta Ton, Cukup untuk 11 Bulan

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyebut cadangan beras nasional mencapai sekitar 3,7 juta ton atau 144 persen dari kebutuhan, sehingga menjadi komoditas pangan dengan cadangan paling kuat saat ini.

“Pada 9 Maret 2026, stok beras tercatat mencapai 3.743.740 ton atau sekitar 144 persen dari kebutuhan sehingga komoditas beras ini adalah cadangan yang paling kuat,” kata Qodari dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton yang terdiri dari stok Perum Bulog sekitar 3,76 juta ton, stok masyarakat 12,5 juta ton, serta potensi panen (standing crop) sekitar 11,73 juta ton pada Maret 2026. Dalam dua bulan ke depan, jumlah tersebut diproyeksikan bertambah sekitar 5 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memperkirakan stok beras cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional hingga 11 bulan ke depan.

“Perkiraan ketersediaan beras untuk 11 bulan ke depan didasarkan pada stok saat ini dan akan terus bertambah karena program swasembada pangan terus dilakukan,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, pemerintah bersama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog telah menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta menggelar Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah.

Qodari menegaskan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis global.

“Di tengah krisis pada hari ini, kita boleh dibilang aman atau tidak. Jadi Bapak Presiden Prabowo adalah sosok yang sangat visioner yang mampu mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang akan terjadi di masa depan,” pungkas Qodari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *