DPR Soroti Kesejahteraan Babinsa di Lapangan
Anggota Komisi I DPR RI Yudha Novanza Utama menilai peningkatan kesejahteraan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena perannya yang strategis di tengah masyarakat.
Menurut Yudha, Babinsa tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan teritorial, tetapi juga membantu penanganan bencana, mendukung ketahanan pangan, hingga menjaga stabilitas wilayah.
“Mereka tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan teritorial, tetapi juga terlibat dalam berbagai persoalan sosial masyarakat,” kata Yudha di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan banyak Babinsa harus menjangkau wilayah binaan yang luas dengan kondisi geografis dan infrastruktur yang menantang. Karena itu, dukungan operasional dan kesejahteraan prajurit dinilai perlu disesuaikan dengan beban tugas di lapangan.
“Saya melihat bahwa persoalannya bukan semata-mata mengenai angka tunjangan, tetapi bagaimana negara memastikan prajurit yang berada di garis terdepan pelaksanaan tugas teritorial memiliki dukungan yang memadai,” ujarnya.
Yudha menyebut tunjangan operasional Babinsa yang saat ini berkisar Rp900 ribu per bulan masih perlu dievaluasi sesuai tantangan wilayah dan kebutuhan operasional.
Menurut dia, kebijakan kesejahteraan prajurit juga harus mempertimbangkan karakteristik daerah penugasan, termasuk wilayah kepulauan, cakupan geografis luas, dan tingkat biaya hidup.
“Karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan personel harus dipandang sebagai bagian dari investasi terhadap efektivitas pertahanan nasional,” katanya.

