Walikota Hendi Pastikan Perayaan Imlek di Kota Semarang Berjalan Aman

Mediatama, Semarang – Menjelang tahun baru Imlek 2569 yang akan jatuh pada tanggal 16 Februari 2018, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (7/2) berkunjung ke sejumlah Klenteng yang berada di kota Semarang. Salah satu yang dikunjunginya adalah salah satu klenteng tertua di Kota Semarang, yakni Klenteng Tay Kak Sie di kawasan Jalan Gang Lombok, Kota Semarang.
Dalam kunjungannya tersebut, Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi itu ingin memastikan bahwa persiapan perayaan Imlek di Kota Semarang dapat berlangsung meriah dan kondusif. Menurutnya, perayaan tahun baru imlek merupakan sebuah agenda penting, ini karena budaya Tionghoa telah lama menjadi bagian penting dari budaya Indonesia, termasuk di Kota Semarang.
“Masyarakat Tionghoa masuk ke Semarang kurang lebih 600 tahun yang lalu dari daerah pesisir di Mangkang. Maka dari itu ada sebuah nama kecamatan di dekat sana yang namanya Kecamatan Ngaliyan, sebuah nama dari bahasa Jawa yang artinya Pindahan”, jelas Hendi.
“Lalu Kota Semarang juga punya sebuah ikon budaya yang merupakan sebuah hewan mitologi, namanya Warak, bentuk kepalanya adalah kepala naga, yang merupakan simbol keterwakilan budaya Tionghoa dalam budaya Semarang”, tambahnya.
“Untuk itu pada hari ini saya berkunjung ke Klenteng Tay Kak Sie, sebagai bagian dari upaya saya memastikan persiapan perayaan tahun baru Imlek dapat berjalan lancar, dan nantinya akan berlangsung dengan meriah, aman, nyaman, serta kondusif”, tegas Walikota yang dinobatkan sebagai pembina kerukunan umat beragama oleh Kementrian Agama di tahun 2017 ini.
Di Klenteng Tay Kak Sie sendiri setiap tahunnya ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan untuk menyambut perayaan tahun baru Imlek. Kegiatan tersebut salah satunya adalah pembagian angpao serta bingkisan kepada masyarakat kurang mampu. Dan tidak kurang dari 1.250 angpao serta bingkisan disiapkan oleh Yayasan Klenteng Tay Kak Sie untuk dibagikan kepada masyarakat di perayaan Imlek tahun ini.
Selain di Klenteng Tay Kak Sie, Hendi juga menjelaskan bahwa perayaan tahun baru Imlek di Kota Semarang juga akan terkonsetrasi di dua tempat, yaitu di kawasan Wotgandul Timur dan di kawasan Sam Poo Kong.
“Di jalan Wotgandul Timur pada tanggal 12 sampai 14 Februari nanti, akan diselenggarakan kegiatan Pasar Imlek Semawis, yang rangkainnya ada festval loenpia, pengobatan gratis, dan tradisi jamuan makan Tuk Panjang”, cerita Hendi.
“Nanti saat kegiatan Pasar Imlek Semawis berlangsung, sebagian ruas jalan akan kita tutup, maka dari itu kita akan berkonsentrasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas di sana, ini agar kegiatan tersebut berlangsung lancar dan meriah seperti tahun-tahun lalu”, tambahnya.
Selain itu untuk kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Sam Poo Kong, Hendi mengatakan perayaan tahun baru Imlek akan dilangsungkan pada tanggal 16 Februari 2018. (*)

Cek Keamanan Perayaan Natal, Walikota Hendi Disambut Jemaat Berpakaian Adat

 

Mediatama, Semarang – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan telah bekerja sama dengan Polrestabes Semarang untuk mengamankan titik-titik perayaan Natal di Kota Semarang. Untuk memastikan pengamanan berlangsung dengan maksimal, Walikota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut, Minggu (24/12) turun langsung berkeliling ke sejumlah Gereja bersama jajaran Muspida Kota Semarang.

Setidaknya ada tiga Gereja yang didatangi Hendi, diantaranya adalah Gereja Katedral Semarang yang terletak di jalan Pandanaran Kota Semarang, lalu Gereja Holy Stadium di Komplek Grand Marina Kota Semarang, dan Gereja Kristen Indonesia Beringin Semarang di jalan Kapten Piere Tendean Kota Semarang.

Pemandangan menarik terlihat kala pria yang juga politisi PDI Perjuangan ini mendatangi Gereja Kristen Indonesia Beringin Semarang. Hendi yang datang sekitar pukul 21.00 di Gereja tersebut langsung disambut oleh puluhan umat Gereja yang mengenakan berbagai pakaian adat dan etnis di Indonesia, mulai dari pakaian khas Cina, Betawi, Padang, Medan, hingga Jawa.

Hendi mengungkapkan, kunjungannya di beberapa gereja ini untuk memastikan bahwa prosesi kebhaktian dan misa natal di beberapa gereja berjalan aman, lancar dan kondusif.

“Ada 18 gereja yang melaksanakan misa dan kebhaktian dari ratusan gereja di Kota Semarang. Ada 1.500 kekuatan yang kita sebar. Kunjungan ini, untuk memastikan bahwa kebhaktian di malam natal kita di Kota Semarang berjalan dengan baik dan lancar. Lalu lintas juga lancar,” ungkap Hendi di Gereja Kristen Indonesia Beringin.

Selain menguncapkan Selamat Hari Natal 2017, Hendi juga berharap khususnya kepada para jemaat gereja yang malam ini menggelar kebhaktian, misa atau doa di gereja-gereja untuk tetap menjalankan ibadah dengan khidmat dan mempercayakan keamanan kepada pihak Polri dan TNI.
“Kami Wali Kota Semarang, atas nama warga Kota Semarang mengucapkan Selamat Hari Natal, Damai di Bumi Damai Di Hati. Mudah-mudahan membawa kebaikan, kondusifitas untuk Kota Semarang dan bangsa serta negara yang kita cintai ini. Khususnya, pada saat perayaan natal mala mini, kami berharap tidak ada keraguan, tidak ada kegalauan buat para pemeluk agama nasrani untuk melaksanakan ibadah,” harap Hendi.
Hendi juga berpesan jika perbedaan di Kota Semarang tidak menjadi kekhawatiran bagi umat kristiani khususnya di Kota Semarang. Justru perbedaan merupakan berkah untuk saling menghormati dan saling mengamankan selama perayaan natal berlangsung.
“Saya titip pesan saja, bahwa perbedaan-perbedaan di tempat kita ini menjadi sebuah berkah untuk saling mengamankan, untuk saling menghormati dan saling mengisi serta membuat Kota Semarang lebih baik dan lebih hebat,” ujar Hendi.
Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, mengungkapkan untuk mengamankan perayaan natal pihaknya menurunkan sebanyak 1.234 personil kepolisian. Ribuan personil tersebut siap mengamankan perayaan natal 2017 dan pergantian malam tahun baru 2018.
“Kami dari Polrestabes Semarang bersama instansi terkait menurunkan sebanyak 1.234 orang personil terdiri dari 920 petugas kepolisian dan 314 orang personil dari lembaga instansi samping. Kami mengucapkan kepada kita semua, khususnya kaum nasrani, selamat merayakan hari natal dan saya pastikan perayaan natal 2017 khususnya di wilayah kami tetap kami amankan. Dan saya yakinkan tidak akan terjadi gangguan dalam bentuk apapun,” tegas Abiyoso.
Abiyoso juga berharap dan berpesan kepada warga Kota Semarang, jika merayakan natal dan tahun baru 2018 meninggalkan rumahnya dalam jangka waktu yang cukup lama untuk melaporkan kepada aparat setempat. Minimal kepada RT/RW tempat dimana mereka bermukim.
“Beberapa hari kedepan juga akan merayakan pergantian tahun, kami harapkan kepada seluruh warga masyarakat Kota Semarang manakala meninggalkan tempat dalam waktu cukup lama kami harapkan melapor ke aparat setempat atau Polsek setempat. Minimal kepada RT/RW-nya sehingga kita ketahui dimana titik-titik, daerah atau wilayah yang ditinggalkan masyarakat kita,” pesannya. (*)