Tokoh Lintas Agama Ajak Warga Pilih Eva Yuliana

Bagikan:
Eva Yulianai. (Dok/Pribadi)
Mediatama, Semarang – Politisi NasDem Eva Yuliani merupakan Caleg Dapil V Jawa Tengah (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten). Nama Eva bukanlah nama baru dalam panggung politik Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah. Kalangan pemuka agama dan pedagang di Solo pun mengakui sosok Eva sangat kompeten, dan cocok mewakili warga dapilnya di Senayan, sebagai anggota Dewan.
Tokoh lintas agama Kota Solo, Pendeta Manati I Zega menilai, Eva Yuliana memiliki komitmen terhadap pluralisme dan keberagaman. Hal ini dia lihat setelah kerap bertemu dan bekerjasama dalam sejumlah kegiatan masyarakat di Solo.
“Mbak Eva itu menghargai perbedaan yang ada dalam masyarakat. Dia punya nilai itu,” kata Manati Zega kepada wartawan, Sabtu (13/4/2019).
Menurutnya, seorang wakil rakyat harus mempunyai cara pandang dan prinsip menghargai kemajemukan bangsa. Sebab, saat ini di Indonesia sedang menguat politik identitas yang bisa memecah belah bangsa. Eva sendiri dinilainya matang di politik, karena tercatat pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah periode 1999-2004.
“Indonesia sedang menghadapi masalah politik identitas bernuansa SARA. Perlu orang-orangĀ  yang mau menjaga kebersamaan,” papar Pendeta di Gereja Injili Agape Sola Fide Solo ini.
Pendeta Manati menjelaskan, dia mengenal Eva sekitar dua tahun lalu. Di Kota Solo, mereka kemudian kerap terlibat dalam kegiatan yang sama di dalam masyarakat seperi mengembangkan ekonomi warga.
Komitmen Eva, kata Manati bisa terlihat misalnya ketiga mengadakan kegiatan bersama di lingkungan gereja. Eva yang seorang muslim dan berhijab tampak tak canggung berada di tengah jemaat gereja.
“Kita beberapa kali melakukan kegiatan di gereja, misalnya menggelar bazzar bersama dan dia tampak tidak bermasalah dengan itu,” ujarnya.
“Fokus kegiatannya adalah bagaimana bisa menolong sesama yang membutuhkan,” imbuh Manati.
Bukan hanya dengan Umat Kristiani, menurut Manati, Eva juga bergaul dengan komunitas-komunitas agama lain seperti tokoh agama Budha. Manati melihat kedekatan Eva dengan berbagai golongan di masyarakat, karena Eva merupakan pribadi yang ‘sudah bebas dari dirinya’.
“Artinya, Eva sudah yakin dengan identitasnya sendiri, sehingga dia lebih banyak berbicara soal kepentingan-kepentingan bersama,” katanya.
Di kesempatan lain, pengasuh Ponpes Alqurani Azzayadi Solo, Gus Karim melihat sosok Eva adalah pribadi yang baik. Eva juga dekat agama serta lingkungan sekitar.
“Beliau adalah orang yang baik, ahli silaturahim, fahamnya Ahlussunnah Wal Jamaah dan beliau suka sholawatan, dan berbakti kepada orangtua. Dan beliau adalah orangnya supel mudah bergaul,” kata Gus Karim.
“Ayok orang Solo, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten, pilih nomor 1 dari NasDem Bu Eva sebagai anggota DPR RI,” imbuh pengasuh Ponpes Popongan Solo.
Sementara itu, di kalangan pedagang pun Eva cukup dikenal. Eva tak sungkan makan di pinggir jalan dan menerima aspirasi dari rakyat.
“Aku salut sama Bu Eva karena sering makan ke warung angkringan. Saya salut karena Bu Eva mau makan disitu. Saya pedagang mendukung Bu Eva, Yes Bu Eva,” ujar pedagangan angkringan di Solo, Supri.
Tahun ini, Eva kembali maju melalui Partai NasDem. Eva ingin mengabdikan dirinya untuk negara dan khusunya wilayah di dapilnya.
“Mengapa saya maju dalam Pemilu 2019? Alasannya simpel. Saya ingin bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa, termasuk pada warga di dapil saya,” kata Eva. (*/ardn)
(Visited 10 times, 1 visits today)

Berita Terkait

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *