MBG Sudah Jangkau 49 Persen Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Non-PAUD

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengungkapkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 49 persen kelompok prioritas yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD atau kelompok yang disebut sebagai 3B.

“Sudah bagus, dulu baru 10 sampai 20 persen. Sekarang sudah 49 persen dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Jumlah penerima manfaat khusus 3B sudah mencapai hampir 281 ribu,” ujar Wihaji di Kantor BKKBN, Jakarta, Rabu (6/8).

Ia menekankan bahwa intervensi gizi pada kelompok 3B sangat penting dalam upaya menurunkan angka stunting. Menurutnya, pemenuhan gizi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) — mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun — menjadi kunci utama dalam mencegah stunting.

“Stunting itu hulunya dari asupan gizi, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi usia di bawah dua tahun. Untuk balita non-PAUD juga kita distribusikan. Kalau sudah masuk PAUD, itu kewenangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut Program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 8,2 juta penerima manfaat yang terdiri atas siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh Indonesia.

Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan cakupan program ini mencapai 20 juta penerima manfaat sebelum peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.

“Rencananya, akhir Agustus kita bisa mencapai 20 juta penerima. Tapi saya minta untuk dipercepat, pikirkan caranya. Ternyata mereka lapor ke saya, mungkin bisa lebih cepat,” kata Presiden Prabowo.

Meski demikian, Presiden mengingatkan pentingnya menjaga kualitas layanan. Ia meminta agar seluruh pengelola dapur, termasuk bagian administrasi dan keuangan, mendapatkan pelatihan yang memadai.

“Dan itu butuh waktu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *