PMPP TNI Tegaskan Komitmen Lindungi Pasukan Perdamaian RI di Lebanon

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menegaskan komitmen untuk terus menjamin perlindungan dan keselamatan personel Indonesia yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal tersebut disampaikan saat Komandan PMPP TNI menjenguk personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S yang dirawat di Rumah Sakit St. George, Beirut, setelah menjadi korban serangan saat menjalankan tugas bersama Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

“Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada seluruh personel serta berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia melalui pengiriman Pasukan Garuda,” kata Mayjen Iwan, menurut keterangan tertulis Pusat Informasi PBB (UNIC) di Indonesia, dikonfirmasi Ahad.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Sabtu (4/4) waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Mayjen Iwan menjenguk tiga personel yang masih menjalani perawatan, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia, dan Praka Deni Rianto.

Ia juga memberikan dukungan moral serta doa agar para prajurit segera pulih dari cedera yang dialami.

Komandan PMPP TNI didampingi Duta Besar RI untuk Lebanon Dicky Kumar, DCO Seceast UNIFIL Kolonel Inf. A. Juni Toa, serta Dirbinops PMPP TNI Kolonel Inf. Untung Prayitno dalam kunjungan tersebut.

Kehadiran pimpinan TNI secara langsung tersebut merupakan bentuk perhatian negara terhadap prajurit yang tengah menjalankan tugas di wilayah misi perdamaian.

Selain tiga personel yang dijenguk, dua prajurit lainnya juga dilaporkan mengalami luka akibat insiden keamanan saat bertugas di bawah UNIFIL, yakni Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan.

Dalam insiden tersebut, Indonesia juga kehilangan tiga prajurit terbaik, yaitu Praka Farizal Rhomadhon yang gugur akibat tembakan artileri pada Minggu (29/3), serta Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang pada Senin (30/3).

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap personel UNIFIL dan mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut. Selain itu, Indonesia juga mendorong pelaksanaan sidang luar biasa Dewan Keamanan PBB guna membahas peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *