BNPB Utamakan Respons Cepat daripada Status Bencana Nasional Karhutla

MEDIATAMA – Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menanggapi usulan penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional dengan menekankan pentingnya kecepatan penanganan dibandingkan status bencana.

“Status bencana nasional, nanti kita lihat. Apa sih untuk menentukan tingkatan status bencana nasional,” kata Kristomei di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

“Tapi kan terpenting, apa statusnya bencana nasional kek, maupun bencana daerah kek, responsnya apa? Kecepatannya apa? Jangan sampai namanya besar, tapi kan responsnya enggak ada,” ujarnya.

Kristomei menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan dalam hitungan menit, bukan jam, guna menekan dampak dan mencegah korban jiwa. BNPB juga akan memeriksa data satelit Sipongi dan NASA untuk memastikan luas kebakaran serta memetakan kebutuhan sumber daya, termasuk kemungkinan bantuan luar negeri.

Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional setelah kebakaran berlangsung selama tiga bulan dan mengganggu kesehatan, penerbangan, pendidikan, serta perekonomian masyarakat.

“Kondisi saat ini sudah diambang sangat berbahaya bagi Kesehatan masyarakat, tiga bulan karhutla sudah seperti hidup di neraka bagi masyarakat terdampak,” kata Daniel di Jakarta, Senin (12/10).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *