Kemenkeu: Fondasi Ekonomi 2025 Solid, Jadi Modal Kuat Masuki 2026

Kementerian Keuangan menyatakan berbagai instrumen ekonomi Indonesia menutup 2025 dengan kinerja solid, menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi 2026. “Faktor-faktor tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di tahun 2026,” kata Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu.

Aktivitas manufaktur tetap ekspansif dengan PMI Manufaktur Indonesia mencapai 51,2 pada Desember 2025, ditopang permintaan domestik, peningkatan tenaga kerja, serta pembelian bahan baku. Optimisme pelaku usaha juga menguat ke level tertinggi dalam tiga bulan terakhir, seiring membaiknya kondisi global negara mitra dagang.

Dari sisi perdagangan, Indonesia mencatat surplus 2,66 miliar dolar AS pada November 2025, dan secara kumulatif Januari–November surplus mencapai 38,54 miliar dolar AS. “Ke depan, dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi mitra dagang utama akan terus diperkuat,” ujar Febrio.

Inflasi sepanjang 2025 tetap terkendali di level 2,92 persen (yoy), meski inflasi pangan bergejolak naik menjadi 6,21 persen akibat cabai, beras, dan ikan segar. Inflasi inti stabil di 2,38 persen (yoy), sementara inflasi harga diatur pemerintah sedikit naik menjadi 1,93 persen karena bensin non-subsidi dan tarif transportasi.

Indikator domestik lain juga menguat, seperti Indeks Keyakinan Konsumen yang mencapai 124 dan Indeks Penjualan Riil tumbuh 5,94 persen (yoy). “Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi… guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Febrio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *