Pemerintah Targetkan 15.000 Hunian Pascabanjir Sumatra Rampung dalam Tiga Bulan
Pemerintah menargetkan pembangunan 15.000 unit hunian bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat rampung dalam tiga bulan sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana di wilayah Sumatra. Target itu dibahas dalam koordinasi antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan sejumlah menteri dan pimpinan BUMN di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu (27/12) malam.
“Total 15.000 unit ditargetkan selesai dalam 3 bulan ke depan,” kata Teddy saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan melalui Badan Pengelola Investasi Danantara yang melibatkan BUMN, dengan 500 unit pertama ditargetkan rampung pada pekan ini. Hunian yang dibangun akan dilengkapi fasilitas dasar seperti sanitasi air bersih, rumah ibadah, listrik, jaringan wi-fi, serta fasilitas pendukung bagi anak-anak.
Secara paralel, Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah memulai pembangunan 4.500 unit hunian sementara di tiga provinsi terdampak. Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga membangun hunian tetap, dengan 2.500 unit tahap pertama telah dikerjakan pekan lalu di atas lahan aset BUMN, dan 2.500 unit tahap kedua dijadwalkan mulai awal pekan depan.
Teddy menegaskan, seluruh hunian dibangun dengan ketentuan ketat, seperti tidak berada di kawasan rawan bencana, memiliki akses ke jalan utama dan fasilitas umum, serta relatif dekat dengan lokasi aktivitas warga. Ia pun meminta pemerintah daerah terlibat aktif dalam penyediaan lahan dan pengaturan relokasi warga.
“Pemerintah daerah diharapkan juga berperan aktif dalam proses penyediaan lokasi dan perpindahan penghuni hunian tersebut,” kata dia.

