PPP Usulkan Ambang Batas Parlemen Diturunkan Menjadi 2–3 Persen
MEDIATAMA – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono mengusulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) diturunkan dari empat persen menjadi dua atau tiga persen dalam pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Menurut Mardiono, penurunan ambang batas parlemen diperlukan untuk memperkuat demokrasi yang lebih transparan, akuntabel, dan memberikan ruang yang lebih adil bagi partai politik.
“Karena kita ingin membangun demokrasi yang transparan dan akuntabel maka menurut pandangan saya harus diturunkan dari empat persen, apakah tiga persen atau dua persen,” kata Mardiono.
Ia menilai ambang batas dua hingga tiga persen merupakan angka yang ideal. Namun, Mardiono menolak usulan ambang batas nol persen karena dinilai berpotensi memunculkan terlalu banyak partai politik.
“Kalau nol persen nggak mungkin, karena kalau nol persen akan ada ribuan partai bermunculan. Tapi itu pun pada akhirnya rakyat yang akan menyeleksi dan PPP sudah memiliki pengalaman untuk itu,” ujarnya.
Meski demikian, Mardiono menegaskan PPP siap menghadapi berapa pun besaran ambang batas parlemen yang nantinya diputuskan pemerintah dan DPR dalam revisi UU Pemilu.
“PPP itu sudah mengikuti pemilu 11 kali, sistem terbuka sudah, sistem tertutup sudah, ada parliamentary threshold (PT) dan tidak ada PT juga sudah. Jadi, kita sebagai partai politik harus siap apapun yang diputuskan dalam kesepakatan politik baik antara pemerintah maupun yang diatur dalam perundang-undangan,” tegas Mardiono.
Ia menambahkan pembahasan ambang batas parlemen harus mengedepankan prinsip keadilan demokrasi agar seluruh kelompok masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyalurkan aspirasi politiknya.
“Jadi, ada yang besar saja nggak boleh. Oleh karenanya, apa pun itu PPP selalu siap karena PPP sudah ikut pemilu sejak tahun 1973,” katanya.
Dalam pembahasan RUU Pemilu, Partai NasDem sebelumnya mengusulkan ambang batas parlemen sebesar tujuh persen, sedangkan Partai Golkar mengusulkan lima persen.

