Prabowo Perintahkan Negara Kelola Lahan Tak Berizin untuk Pertanian

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemanfaatan lahan tak berizin agar dikelola negara menjadi lahan pertanian dan perkebunan. Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas di kediamannya, Bukit Hambalang, Bogor, Rabu (20/8).

“Rapat pertama, yang turut dihadiri oleh para direktur utama BUMN bidang pertanian dan perkebunan membahas mengenai pengelolaan perkebunan, pertanian, dan lahan tak berizin yang dapat segera dimanfaatkan oleh negara,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rapat terbatas tersebut juga diikuti sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono.

Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif menjadi bagian strategi ketahanan pangan. Dalam pidato kenegaraan 15 Agustus lalu, Prabowo menyebut Indonesia kini surplus beras dengan cadangan lebih dari 4 juta ton—tertinggi dalam sejarah.

“Untuk pertama kali dalam puluhan tahun, Indonesia bisa kembali mengekspor beras dan jagung. Saya perhatikan di mana-mana, para petani tersenyum karena harga gabah stabil dan penghasilan mereka meningkat,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah bekerja keras membuka jutaan hektare sawah baru di Kalimantan, Sumatera, Papua, hingga mempercepat distribusi pupuk dan menyalurkan alat pertanian.

“Kami juga tingkatkan harga beli gabah menjadi Rp6.500 per kilogram agar petani sebagai produsen menikmati keuntungan yang berarti,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *