Gubernur NTT Siap Pulangkan Jenazah Guru Korban KKB di Yahukimo

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengecam keras aksi KKB di Papua yang menewaskan seorang guru asal NTT, Rosalia Rerek Sogen, dari Desa Persiapan Bantala, Lewolema, Flores Timur.

Sejak menerima kabar pada Sabtu malam, ia langsung berkoordinasi dengan pihak di Papua dan Jakarta untuk memastikan situasi sebenarnya. Ia aktif berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga NTT di Papua.

Melki menyampaikan pihaknya sedang mengupayakan pemulangan jenazah korban ke kampung halamannya di Flores Timur.

“Sebagai kepala daerah, saya sangat prihatin. Apalagi, saya sudah cukup mengenal situasi di Papua, termasuk banyak warga NTT yang bekerja dan mencari nafkah di sana. Tadi pagi saya sudah berkomunikasi dengan Bupati Flores Timur dan sejumlah tokoh NTT di Jayapura untuk mengatur pemulangan jenazah secepat mungkin,” kata Melkiades, Senin (24/3).

Gubernur Melki mengimbau semua pihak tetap tenang dan menjaga perdamaian. Ia menegaskan bahwa warga NTT di Papua selalu berkontribusi positif dan tidak terlibat konflik.

“Kami semua berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari kita jaga keamanan dan persaudaraan di tanah Papua,” ujarnya.

Evakuasi korban serangan KKB di Distrik Anggruk, Yahukimo, Papua Pegunungan, dilakukan melalui operasi gabungan TNI dan Polri pada Minggu. Operasi ini melibatkan Kogabwilhan dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 serta Polda Papua.

Meski medan sulit dan hanya bisa diakses melalui udara, evakuasi berjalan lancar. Seluruh korban dibawa ke Jayapura, dengan satu orang meninggal dunia, tiga luka berat, dan empat luka ringan.

Dua korban, warga asli Yahukimo, memilih tetap tinggal dan tidak dievakuasi. Para korban adalah tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang bertugas di pedalaman Papua.

Semua korban telah dirujuk ke RSAD Marthen Indey, Jayapura. Delapan korban yang dievakuasi adalah Rosalia Rerek Sogen (meninggal), Doinisiar Taroci More, Vantiana Kambu, Paskalia Peni Tere Liman, Fidelis De Lena, Kosmas Paga, Penus Lepi, dan Irawati.

Dua korban yang tidak dievakuasi karena permintaan sendiri adalah Lenike Saban dan Erens.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *