Batik Banyumas Dinilai Berpotensi Perkuat Wisata Berbasis Budaya
MEDIATAMA – Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mengatakan batik khas Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berpotensi mendukung pengembangan wisata berbasis budaya karena memiliki motif dan karakter yang dapat menjadi daya tarik wisatawan.
“Batik Banyumas mempunyai kekhasan yang luar biasa dan itu pasti menjadi daya tarik buat wisatawan, baik wisatawan asing maupun wisatawan Indonesia atau domestik,” katanya dalam Pembukaan Pemilihan Putra Putri Batik Hadipriyanto 2026 di Banyumas, Jateng, Minggu.
Menurut Erma, sapaan Siti Mukaromah, kekhasan batik Banyumas terlihat dari beragam motif yang mengangkat unsur lingkungan dan budaya setempat, seperti daun talas, bambu, kelapa, manggar, binatang hingga uang. Keberagaman tersebut dinilai dapat menjadi identitas etnik sekaligus memperkuat daya tarik Banyumas sebagai daerah tujuan wisata.
Ia mengatakan pengembangan batik juga berkaitan erat dengan ekonomi kreatif karena melibatkan kreativitas masyarakat, mulai dari membatik dan mendesain hingga mengolah kain menjadi berbagai model busana.
“Bukan hanya kemampuan untuk melenggang di catwalk, juga mampu memberikan kreasi, model, dan kreativitas batik,” katanya.
Erma mendorong kegiatan pengenalan batik kepada generasi muda terus dilakukan agar warisan budaya tersebut tetap terjaga dan berkembang mengikuti zaman.
“Bukan hanya kemampuan untuk melenggang di catwalk, juga mampu memberikan kreasi, model, dan kreativitas batik,” katanya.
Ia menilai peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian dan pengembangan batik.
“Ini adalah event yang memang harus dijaga dan dilestarikan, bukan hanya sebatas diperingati saja, tetapi juga harus kita jaga,” katanya.
Menurut dia, generasi muda dapat mengambil berbagai peran dalam ekosistem batik, mulai dari membatik, mendesain, mengenakan hingga mempromosikan batik. Hal tersebut dinilai dapat membuka peluang ekonomi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata.
Sementara itu, penggagas Pemilihan Putra Putri Batik Hadipriyanto 2026, Tirsa Enggar, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan batik Banyumas, khususnya Batik Hadipriyanto, kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.
“Biar anak muda tahu bahwa batik tidak identik dengan kondangan atau orang tua,” katanya.
Kegiatan tersebut diikuti 57 peserta, melebihi target awal sebanyak 50 peserta. Peserta tidak hanya berasal dari Banyumas, tetapi juga sejumlah daerah lain, seperti Yogyakarta hingga Tangerang.
Tirsa berharap kegiatan yang sebelumnya digelar pada 2021 itu dapat kembali diselenggarakan setiap tahun. Ia mengakui peminat batik khas Banyumas, termasuk Batik Hadipriyanto, dari wilayah Banyumas masih lebih sedikit dibandingkan dari luar daerah sehingga diperlukan promosi dan sosialisasi yang lebih luas.

