Warga Blora Desak Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak
Warga Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendesak Pemerintah Kabupaten Blora untuk segera memperbaiki jalan penghubung antara Desa Cabak dengan Desa Nglebur, Desa Janjang, dan Desa Bleboh yang mengalami kerusakan parah.
“Kondisi jalan yang rusak berat ini sudah berlangsung cukup lama. Lubang-lubang besar, jalanan berlumpur saat hujan, dan permukaan aspal yang nyaris tak terlihat menjadi pemandangan sehari-hari kami,” kata salah satu warga Kecamatan Jiken, Sahit, Kamis (3/4).
Ia menyebut bahwa kondisi jalan yang rusak parah menghambat berbagai aktivitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, dan transportasi umum.
Sunardi, seorang petani dari Desa Janjang, mengungkapkan bahwa saat musim hujan, jalan tersebut berubah menjadi kubangan, sementara di musim kemarau, debu bertebaran dengan sangat parah.
“Mau ke pasar, mengangkut hasil panen itu semua jadi mahal dan susah,” ujarnya.
Karena itu, ia mendesak Pemkab Blora untuk segera menepati janjinya dalam memperbaiki jalan yang rusak.
Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, juga meminta Pemkab Blora segera melakukan perbaikan jalan, terutama dengan adanya dana pinjaman daerah sebesar Rp215 miliar yang telah dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan pada 2025.
Menurutnya, beberapa ruas jalan penghubung antar kecamatan memang mengalami kerusakan dan berlubang.
Belum adanya perbaikan jalan memicu aksi protes dari sekitar 200 warga. Mereka menggelar unjuk rasa dengan menanam pohon pisang di jalan yang rusak serta membentangkan spanduk berisi kritik pada Rabu (2/4).
Spanduk yang diusung warga bertulisan “Kami masyarakat Nglebur, Janjang, Bleboh telah mendukung program Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia dengan cara jalan rusak yang menghambat akses ekonomi kami manfaatkan untuk budidaya kebun pisang. Janjimu tak semanis bicaramu. Ubur-ubur ikan lele, dana perbaikan jalan kemana, le”.
Aksi penanaman pohon pisang ini menjadi bentuk awal protes yang dapat semakin meluas jika pemerintah daerah tidak segera mengambil tindakan. Warga juga mengancam akan menanam lebih banyak pohon jika kondisi jalan terus dibiarkan tanpa perbaikan.

