Kebakaran, 17 ABK KMP Mutiara Ferindo Dievakuasi Tim SAR

Tim SAR Provinsi Banten berhasil mengevakuasi 17 Anak Buah Kapal (ABK) dari KMP Mutiara Ferindo II yang terbakar di Perairan Pulau Tarahan, Kabupaten Serang, Banten.

Kepala Subseksi Siaga dan Operasi Basarnas Banten, Rizky Dwianto, di Serang pada Kamis, menyampaikan bahwa informasi mengenai insiden ini diterima oleh Pusat Kendali Kantor SAR Banten dari Koordinator Pos Unit Siaga, yang melaporkan kebakaran di kapal tersebut.

“Kami telah menerima informasi terkait Kecelakaan Kapal, KMP Mutiara Ferindo II yang mengalami kebakaran pada Kamis dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB,” katanya.

Setelah menerima informasi tersebut, Tim SAR Banten segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan. Mereka mengerahkan personel dari KN SAR Tetuka dengan Sea Rider serta KN SAR Drupada dengan RIB 01 Banten, dibantu oleh personel KN Tanjung Datu dari Bakamla.

“Sebanyak 17 ABK berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan dibawa ke Dermaga Golden Key. Selain itu, tim SAR juga berhasil memadamkan api pada pukul 05.12 WIB,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa, berdasarkan keterangan salah satu ABK, insiden bermula saat kru mesin mematikan generator darurat, lalu tiba-tiba muncul asap tebal dari blower. Api diketahui berasal dari car deck D.

Mengetahui kejadian itu, ABK tersebut segera memanggil Masinis Tiga dan kru lainnya untuk memadamkan api. Namun, api dengan cepat membesar, sehingga kru kapal segera menghubungi kapal lain di sekitar lokasi untuk meminta bantuan serta melaporkan kejadian tersebut ke VTS Merak, yang kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten.

“Kami mengimbau para pemilik kapal maupun nakhoda beserta ABK untuk selalu waspada dan memeriksa kondisi kapalnya sebelum meninggalkan dermaga agar keselamatan dan kenyamanan penumpang dalam pelayaran juga terjamin,” katanya.

Ia menyatakan bahwa dengan selesainya proses evakuasi, Operasi SAR diusulkan untuk ditutup, dan seluruh tim yang terlibat akan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *