RI-AS Sepakat Tuntaskan Negosiasi Tarif dalam 60 Hari

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto,menyatakan Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang diterima Amerika Serikat (AS) untuk bernegosiasi terkait tarif resiprokal yang sebelumnya diumumkan Presiden Donald Trump.

“Indonesia salah satu negara pertama yang diterima,” ujar Airlangga, Jumat (18/4).

Selain Indonesia, negara lain yang telah berdialog dengan AS antara lain Vietnam, Jepang, dan Italia.

Airlangga menuturkan bahwa delegasi Indonesia secara aktif menjalin komunikasi dengan pejabat AS, termasuk pertemuan daring dengan Secretary of Commerce AS, Howard Lutnick.

Kedua negara sepakat menuntaskan negosiasi dalam 60 hari. AS merespons positif berbagai usulan Indonesia, dan bersedia melanjutkan pembahasan teknis untuk merumuskan solusi yang konstruktif dan saling menguntungkan.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mengusulkan peningkatan impor energi dari AS, termasuk LPG, minyak mentah, dan bensin. Selain itu, Indonesia juga akan meningkatkan pembelian produk agrikultur seperti gandum, kedelai, susu kedelai, serta barang modal.

“Indonesia juga berencana untuk memberi produk agrikultur, antara lain gandum, soya bean, soya bean milk, dan Indonesia juga akan meningkatkan pembelian barang-barang modal dari Amerika,” ucapnya.

Pemerintah juga memfasilitasi operasional perusahaan-perusahaan AS di Indonesia, terutama dalam hal perizinan dan insentif.

Indonesia turut menawarkan kerja sama di sektor mineral kritis dan penyederhanaan prosedur impor, termasuk produk hortikultura asal AS. Pemerintah juga mendorong skema investasi berbasis business-to-business.

“Kerja sama juga mencakup pengembangan SDM di bidang pendidikan, sains, teknologi, engineering, matematika, ekonomi digital, serta layanan keuangan yang menguntungkan bagi AS,” tambah Airlangga.

 

 

 

Penulis : Clarissa Setya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *