Purnawirawan TNI Sampaikan Delapan Tuntutan, Prabowo Siap Berdialog

Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, menilai rencana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan para purnawirawan TNI sebagai langkah positif untuk menjaga kebersamaan dalam pemerintahan.

Menurutnya, pertemuan ini penting menyusul aspirasi dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI yang menyampaikan delapan poin pernyataan sikap terhadap pemerintahan Prabowo.

“Presiden sangat terbuka terhadap siapa pun, termasuk para purnawirawan yang juga merupakan sahabat-sahabat beliau,” ujar Ace, Selasa (6/5).

Ia mengapresiasi cara Presiden merespons aspirasi para purnawirawan secara langsung.

Presiden dijadwalkan bertemu dengan purnawirawan TNI AD dan keluarga besar TNI-Polri dalam acara halalbihalal di Balai Kartini, Jakarta, Selasa pukul 16.00 WIB.

Sebelumnya, Forum Purnawirawan Prajurit TNI merilis delapan poin pernyataan sikap, antara lain: meminta kembali ke UUD 1945 asli, mendukung Astacita Presiden Prabowo kecuali proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), serta menghentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, PSN Rempang, dan proyek serupa.

Mereka juga menuntut penghentian masuknya tenaga kerja asing asal China, penertiban pengelolaan tambang yang melanggar aturan dan UUD 1945, serta reshuffle beberapa menteri.

Selain itu, mereka mengusulkan agar Polri kembali di bawah Kementerian Dalam Negeri dan penggantian Wakil Presiden oleh MPR.

Pernyataan tersebut ditandatangani sejumlah tokoh, termasuk Jenderal (Purn) Fachrul Razi, Jenderal (Purn) Tyasno Soedarto, Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto, Marsekal (Purn) Hanafie Asnan, dan Jenderal (Purn) Try Sutrisno.

 

 

 

 

 

Penulis : Clarissa Setya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *