Menko Perekonomian: Indonesia Perlu Diversifikasi Mitra Dagang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya diversifikasi mitra dagang dan penguatan kerja sama regional, mengingat 87% perdagangan global terjadi di luar Amerika Serikat (AS).

“Target kami adalah memperluas pasar. Jika episentrum ketidakpastian ada di AS, maka kami mencari pasar lain untuk produk Indonesia,” ujar Airlangga, Rabu(7/5).

Ia mengingatkan agar Indonesia tetap waspada terhadap persaingan global dan penurunan volume perdagangan akibat ketidakpastian kebijakan AS dan perang dagang AS–China.

Untuk menghadapinya, pemerintah memanfaatkan peluang dari forum kerja sama internasional seperti RCEP, I-EU CEPA, dan CPTPP.

Pemerintah juga sedang menyiapkan paket deregulasi untuk mempermudah perizinan dan menarik investasi, serta strategi antidumping dengan memperhatikan perlindungan industri dan daya saing nasional.

Di sisi lain, Indonesia berupaya menyelesaikan negosiasi tarif impor dengan AS dalam 60 hari. Putaran pembahasan tarif resiprokal telah dimulai, termasuk pertemuan delegasi Indonesia dengan USTR, Departemen Perdagangan dan Keuangan AS, serta sejumlah perusahaan besar seperti Amazon, Microsoft, dan Google.

“Tarif 10% berlaku selama 90 hari. Hasil pembicaraan akan menentukan kelanjutannya,” katanya.

Meski kondisi global penuh tantangan, ekonomi Indonesia tetap tangguh, tumbuh 4,87% (yoy) pada kuartal I 2025. Angka ini lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lain, kecuali Vietnam, dan negara G20 selain China.

Penggerak utama pertumbuhan adalah konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,89% dan menyumbang 54,5% terhadap PDB. Industri makanan dan minuman naik 6,04%, dan industri kulit serta alas kaki tumbuh 6,95%.

Dari sisi produksi, sektor pertanian tumbuh tertinggi (10,52%), disusul jasa lainnya (9,84%) dan jasa perusahaan (9,27%).

“Yang penting, kuartal I berhasil menciptakan 594.104 lapangan kerja dari investasi PMDN dan PMA. Artinya, penciptaan lapangan kerja juga meningkat,” kata Airlangga.

 

 

 

Penulis : Clarissa Setya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *