DPR Minta TNI Investigasi Penuh Insiden Ledakan Amunisi di Garut

Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, meminta TNI mengusut tuntas insiden ledakan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, yang menewaskan belasan orang.

“Harus ada investigasi menyeluruh agar jelas penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa,” ujarnya, Senin (12/5).

Oleh menekankan bahwa belasan nyawa yang hilang tak bisa dianggap sepele.

“Harga nyawa tidak boleh dianggap murah. Semoga investigasi bisa mengungkap semuanya secara terang,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa Komisi I DPR RI akan memanggil Panglima TNI dan KSAD untuk meminta penjelasan lengkap, sambil memberi waktu kepada TNI untuk menyelidiki kejadian tersebut.

“Perlu dikaji apakah pemusnahan sudah sesuai SOP, atau ada unsur kelalaian dari oknum TNI,” jelasnya.

Meski belum bisa memastikan penyebab pasti, Oleh menyebut kejanggalan jika warga sipil bisa berada di area peledakan amunisi berbahaya.

“Ini harus dicari tahu secara objektif dan menyeluruh,” ucapnya.

Ia menambahkan, TNI perlu belajar dari insiden serupa di Cilandak pada 1980-an agar tak terulang.

Oleh juga menyampaikan duka cita mendalam bagi para korban, baik sipil maupun prajurit.

“Semoga para korban wafat dalam keadaan husnul khatimah dan keluarga diberikan ketabahan,” ujarnya.

TNI sebelumnya membenarkan bahwa 13 orang, termasuk empat prajurit, tewas dalam ledakan tersebut. Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk autopsi.

Bahan peledak yang dimusnahkan berasal dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III, Pusat Peralatan TNI AD (Puspalad).

 

 

 

 

 

Penulis : Clarissa Setya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *