KKP Perkuat Sosialisasi Program Revitalisasi Tambak Pantura di Jawa Barat
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengintensifkan sosialisasi program revitalisasi tambak di wilayah pantai utara (Pantura) Jawa Barat, mencakup empat kabupaten prioritas. Program ini merupakan bagian dari skema Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan (KHKP) yang diharapkan mendukung ketahanan pangan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu (Tebe), menyampaikan bahwa KKP memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta lintas kementerian dan lembaga guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal.
“Salah satu langkah penting adalah menyampaikan penetapan kawasan hutan ketahanan pangan dari Kementerian Kehutanan seluas sekitar 20.413 hektare,” kata Tebe, Senin (16/6).
Tebe merinci, total lahan seluas 20.413,25 hektare tersebut tersebar di empat kabupaten. Kabupaten Bekasi menjadi wilayah dengan cakupan terbesar, yakni 8.188,49 hektare di Kecamatan Babelan, Cabangbungin, Muaragembong, dan Tarumajaya. Di Kabupaten Karawang, program ini meliputi 6.979,51 hektare di Batujaya, Cibuaya, Cilamaya Wetan, Pakisjaya, dan Tirtajaya. Sementara di Kabupaten Subang, mencakup 2.369,76 hektare di Blanakan, Legonkulon, Pusakanagara, dan Sukasari. Adapun di Kabupaten Indramayu, seluas 2.875,48 hektare mencakup wilayah Cantigi, Kandanghaur, Losarang, Pasekan, dan Sindang.
Guna memastikan aspek keberlanjutan, KKP juga telah menyelesaikan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) tahap I dan II. Sosialisasi pun telah melibatkan 18 camat dan 49 kepala desa, serta kepala dinas kelautan dan perikanan dari keempat kabupaten.
“Kami akan lanjutkan sosialisasi langsung kepada masyarakat di 49 desa yang termasuk cakupan program,” ujarnya. Ia juga menyebutkan, KKP tengah mempersiapkan penandatanganan nota kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan empat pemerintah kabupaten terkait.
“Kami berharap ground breaking bisa dilakukan tahun ini sebagai penanda dimulainya tahap pelaksanaan revitalisasi tambak di Pantura Jabar,” imbuh Tebe.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menyampaikan bahwa program revitalisasi tambak Pantura merupakan salah satu strategi utama mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, program ini diyakini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir, terutama melalui budidaya nila salin yang memiliki permintaan tinggi di pasar domestik maupun global.

