Kemenkomdigi Siapkan Regulasi Cegah Penyalahgunaan Deepfake
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) tengah merumuskan regulasi untuk mengantisipasi penyalahgunaan teknologi deepfake—video palsu yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
“Kami akan menyusun aturan yang lebih ketat untuk mengawasi pemanfaatan teknologi ini,” ujar Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kemenkomdigi, Teguh Arifiyadi, di Yogyakarta, Selasa (17/6).
Teguh menjelaskan, ada dua pendekatan yang sedang dikaji: apakah regulasi akan mengatur secara spesifik berdasarkan jenis teknologi, atau disusun dalam bentuk aturan umum yang komprehensif.
“Kita sedang mempertimbangkan, apakah per jenis teknologinya atau dalam satu aturan besar yang mencakup seluruh aspek tata kelola,” jelasnya.
Ia menilai perlunya pengawasan lebih ketat seiring meningkatnya potensi penyalahgunaan AI, khususnya deepfake yang mampu memalsukan gambar, suara, hingga video menyerupai aslinya.
“Bayangkan jika muncul panggilan WhatsApp dari Presiden ke Menteri, padahal itu hanya hasil deepfake. Dampaknya bisa sangat serius bagi negara,” tegasnya.
Ancaman ini bukan lagi teori. Pada 4 Februari 2025, Direktorat Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku penyebaran deepfake yang menampilkan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, untuk menyebarkan narasi menyesatkan melalui Instagram.
Selain regulasi, pemerintah juga mempertimbangkan aspek etika dan standar pemanfaatan AI agar penggunaannya tidak disalahgunakan.
Sebagai langkah mitigasi, Kemenkomdigi mendorong penggunaan sistem identitas digital yang dilengkapi verifikasi biometrik berbasis liveness detection untuk memastikan pengguna adalah manusia, bukan manipulasi AI.
“Jika tidak kita antisipasi sekarang, dalam dua atau tiga tahun ke depan, akan semakin sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu,” katanya.
Namun, menurut Teguh, hal yang paling mendesak saat ini adalah memperkuat literasi digital di masyarakat.
“Kita harus giat mengedukasi masyarakat agar memahami risiko penggunaan AI dan teknologi secara umum,” pungkasnya.

