KEK Batang Melesat, DPR Ingatkan Risiko Sosial bagi Warga Lokal

Komisi VII DPR RI mengapresiasi pesatnya perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang, namun mengingatkan agar percepatan pembangunan tidak mengabaikan dampak sosial terhadap masyarakat lokal.

Ketua Tim Kunjungan Kerja, Erna Sari Dewi, menilai dukungan pemerintah pusat dari sisi regulasi dan investasi menjadi kunci keberhasilan proyek ini. KEK Batang, yang berdiri di atas lahan eks-perkebunan karet seluas 4.300 hektare, dirancang sebagai pusat industri teknologi tinggi dan sudah menarik investor global, termasuk dari Korea Selatan dan Taiwan.

Namun, Erna menyoroti adanya alih fungsi lahan yang berpotensi menggeser mata pencaharian warga. Ia menekankan pentingnya pelatihan kerja dan pendidikan vokasi agar masyarakat bisa beradaptasi dan tidak tertinggal dari proses industrialisasi.

“Kita ingin KEK Batang memberi multiplier effect nyata. Masyarakat harus jadi bagian dari transformasi, bukan hanya penonton,” tegasnya.

Komisi VII juga mendorong koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan program CSR menyentuh kebutuhan riil masyarakat, termasuk peningkatan kualitas hidup warga terdampak.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *