Wapres Gibran: Pemimpin Harus Kolaboratif, Adaptif, dan Berbasis Data
Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya kepemimpinan yang kolaboratif, adaptif, dan berbasis data dalam menghadapi tantangan geopolitik, perubahan iklim, dan disrupsi teknologi. Hal ini ia sampaikan saat memberikan kuliah umum kepada peserta pendidikan Lemhannas di Istana Wapres RI, Jakarta, Senin (14/7).
Di hadapan 220 peserta P3N dan P4N, Gibran menekankan pentingnya kesamaan arah antara pemimpin birokrasi, militer, dan sipil untuk mewujudkan visi dan program Presiden Prabowo Subianto.
“Kita harus satu visi, satu komando,” tegasnya.
Ia juga mendorong kerja lintas sektor tanpa ego sektoral. Menurutnya, stabilitas nasional hanya bisa tercapai lewat sinergi semua pihak. Ia mencontohkan keberhasilan panen tebu dan jagung yang melibatkan TNI dan Polri sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan.
Gibran meminta para peserta untuk aktif turun ke lapangan sebagai bentuk kepedulian, bukan sekadar pencitraan. Ia menilai dialog langsung dengan masyarakat, petani, dan pelaku UMKM sangat penting.
Dalam paparannya, Wapres juga menyoroti pentingnya hilirisasi industri, kemandirian energi dan pangan, serta penguatan SDM demi mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bonus demografi harus dimanfaatkan lewat program konkret seperti Sekolah Rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, dan pengembangan kendaraan listrik.
Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga kurikulum AI dan coding sejak dini juga disebut sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing bangsa.
Menutup pembekalan, Gibran mengajak semua peserta untuk menjadi agen perubahan.
“Mari kita bersatu membangun bangsa ini demi Indonesia Maju dan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

