BGN Pastikan Anggaran MBG 2026 Rp300 Triliun Fokus untuk Intervensi Gizi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, tambahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp300 triliun pada 2026 sepenuhnya untuk intervensi gizi, bukan pembangunan dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Infrastruktur full mitra, diselesaikan tahun ini. Jumlahnya 90 persen mitra, jadi tahun depan tidak ada pembangunan infrastruktur. Sekali lagi, infrastruktur sudah diselesaikan tahun ini oleh mitra,” tegas Dadan usai konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8).
Penambahan anggaran itu menargetkan 82 juta penerima MBG, mulai dari siswa, prasiswa, ibu hamil/menyusui, hingga balita.
“Ya kan intervensinya saja itu, butuh intervensi Rp1,2 triliun per hari, kali kan 20 hari, 25 triliun per bulan karena jumlahnya besar,” jelasnya.
Dadan menyebut, pembangunan 14.000 SPPG baru pada 2025 sepenuhnya dibiayai mitra seperti Kadin, Muhammadiyah, Polri, BIN, dan TNI, tanpa APBN.
“MBG sampai sekarang baru menyerap Rp8,2 triliun yang difokuskan hanya untuk memberi intervensi gizi, sementara satuan pelayanannya dibangun para mitra,” pungkasnya.

