Mendagri Minta Pemda Proaktif Salurkan Beras SPHP
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) lebih proaktif menyalurkan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) untuk menjaga harga tetap stabil, daya beli masyarakat, serta ketahanan pangan nasional.
“Agar seluruh kepala daerah proaktif menjalin kerja sama dengan cabang Bulog di daerah untuk membantu penyaluran beras SPHP,” kata Tito di Jakarta, Jumat (22/8).
Menurutnya, Bulog dan badan usaha milik daerah (BUMD) dapat menjadi stabilisator harga beras di daerah.
“Bulog kan punya cabang di semua provinsi dan kota. Kepala daerah harus proaktif datangi Bulog dan BUMD bidang pangan untuk bisa membantu penyaluran beras SPHP,” ujarnya.
Tito menekankan kontribusi pemda penting untuk melengkapi kebijakan nasional di sektor pangan.
“BUMD bidang pangan harus dioptimalkan sebisa mungkin,” tambahnya.
Sebelumnya, Tito melakukan sidak di Pasar Rau, Serang, Banten, dan mendapati harga beras relatif stabil berkat intervensi beras SPHP Bulog yang dijual Rp12.500 per kilogram.
Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton pada Juli–Desember 2025 dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500–Rp13.500 per kilogram sesuai zona.
Pengamat pertanian dari AEPI, Khudori, menilai pemda bisa berperan aktif menjaga stabilitas harga dengan mendorong Bulog menggelar operasi pasar saat harga naik signifikan.
“Pemda harus melakukan operasi setiap saat,” ujarnya.

