70 Persen Peserta Uji Coba Digitalisasi Bansos Masih Butuh Pendampingan

Sekitar 70 persen peserta uji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masih memerlukan pendampingan petugas lapangan.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf mengatakan keterbatasan literasi digital menjadi kendala utama.

“Sudah lebih dari 250 ribu orang mendaftar, tetapi 70 persen lebih masih dibantu agen. Artinya belum terbiasa menggunakan smartphone secara mandiri,” ujarnya di Jakarta, Jumat (3/10).

Program digitalisasi bansos yang dikoordinasikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) ini memanfaatkan aplikasi biometrik yang terhubung dengan berbagai database pemerintah, mulai dari kependudukan, BPJS, hingga BPN.

“Lengkap semua datanya yang terhimpun,” cetusnya.

Syaifullah optimistis sistem baru membuat distribusi bansos lebih akurat sehingga intervensi sosial dapat terukur. Ia menilai langkah ini penting, terutama di Banyuwangi yang mencatat angka kemiskinan 6,59 persen pada 2024, lebih rendah dari rata-rata nasional 8,57 persen.

Jika uji coba sukses, digitalisasi bansos akan diperluas bertahap ke tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Berdasarkan perhitungan DEN, potensi penghematan anggaran bisa mencapai Rp14 triliun per tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *