Menkes Budi: Data Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis Akan Dibuka ke Publik
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan data dugaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dibuka untuk publik melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
“Sudah ada datanya, sudah kami share kepada BGN. Nanti yang mengeluarkan BGN,” kata Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/10).
Ia menjelaskan, data tersebut dikumpulkan setiap hari oleh Kementerian Kesehatan melalui jaringan puskesmas di seluruh Indonesia, kemudian diverifikasi oleh BGN.
Laporan kasus, kata Budi, berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah-sekolah yang terhubung dengan sistem pelaporan puskesmas.
“Sekarang tinggal dicocokkin SPPG-nya, SPPG yang mana. Kami dapatnya di puskesmasnya, kemudian kita sudah link ke sekolahnya,” ujarnya.
Budi menegaskan, pihaknya bersama BGN sedang menyiapkan mekanisme agar data tersebut dapat diakses publik secara transparan.
“Nanti, sama-sama kita atur biar bisa dibuka,” katanya.
Hingga pertengahan September 2025, Kemenkes mencatat sedikitnya 60 kasus dengan 5.207 penderita akibat dugaan keracunan menu MBG. Sementara, BPOM melaporkan 55 kasus dengan 5.320 penderita. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus terbanyak.

