Ansory Siregar Minta Penilaian Gelar Pahlawan Nasional Soeharto Dilakukan Secara Objektif

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ansory Siregar meminta semua pihak bersikap objektif dalam menilai usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto.

“Pemberian gelar pahlawan adalah bentuk penghormatan negara kepada individu yang telah memberikan jasa besar. Karena itu, prosesnya harus dilakukan secara objektif, berimbang, dan berdasarkan penilaian komprehensif, bukan sekadar melihat satu sisi dari perjalanan sejarah,” kata Ansory di Jakarta, Rabu (5/11).

Menurutnya, setiap tokoh bangsa memiliki kelebihan dan kekurangan dalam kiprah pengabdiannya.

“Kita harus menilai secara proporsional. Tidak menutup mata terhadap kekurangan, tetapi juga tidak menafikan jasa dan kontribusinya bagi bangsa,” ujarnya.

Ansory menilai, Soeharto memiliki peran penting dalam pembangunan nasional.

“Beliau dikenal sebagai Bapak Pembangunan yang berhasil meletakkan dasar pertumbuhan ekonomi nasional dan menciptakan stabilitas politik. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengalami kemajuan signifikan di bidang infrastruktur, pertanian, dan pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, Soeharto disebut berperan strategis menjaga keutuhan NKRI dari ancaman ideologi komunis serta menunjukkan kepedulian internasional terhadap isu kemanusiaan.

“Langkah-langkah yang diambil pada masa itu berperan penting memastikan arah bangsa tetap pada jalur Pancasila,” katanya.

Ia juga menyinggung kunjungan Soeharto ke Bosnia-Herzegovina pada 1995 yang menjadi simbol solidaritas Indonesia.

“Langkah tersebut menunjukkan sisi kemanusiaan dan keberanian yang patut diapresiasi. Ia membawa nama Indonesia sebagai bangsa yang peduli pada perdamaian dan solidaritas antarumat,” tuturnya.

Ansory berharap proses penetapan gelar dilakukan dengan kejujuran sejarah dan semangat rekonsiliasi kebangsaan.

“Pahlawan adalah manusia dan manusia punya perjalanan kompleks. Semoga keputusan yang diambil mampu memperkuat semangat kebangsaan dan menjadi teladan bagi generasi penerus,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *