Airlangga: Pemerintah Bahas Teknis Penyelesaian Utang Proyek Kereta Cepat “Whoosh” dengan Danantara

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan penyelesaian masalah utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau “Whoosh” tengah dibahas secara teknis antar kementerian bersama Danantara Indonesia.

“Kita sedang bahas, nanti tentu dibicarakan secara teknis antar kementerian dan juga dengan solusi dengan Danantara,” ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/11).

Ia optimistis Danantara Indonesia memiliki berbagai alternatif untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Kalau korporasi kan banyak cara,” kata Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan para menteri terkait mencari skema terbaik untuk menuntaskan utang proyek “Whoosh”. “Pak Airlangga, Menteri Keuangan, kemudian CEO Danantara diminta untuk menghitung lagi detail-detailnya, kemudian opsi-opsi untuk meminta, misalnya, perpanjangan masa pinjaman,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan dua opsi penyelesaian tengah disiapkan, yakni penambahan modal (equity) atau pengambilalihan infrastruktur oleh pemerintah.

“Apakah kemudian kita tambahkan equity yang pertama atau kemudian memang ini kita serahkan infrastrukturnya sebagaimana industri kereta api yang lain, infrastrukturnya itu milik pemerintah. Nah ini dua opsi ini yang kita coba tawarkan,” ujarnya.

Dony menambahkan, proyek KCIC telah memberi dampak ekonomi positif dan terus mencatat peningkatan jumlah penumpang hingga 30 ribu per hari. “Tapi dari satu sisi kita juga memperhatikan keberlanjutan daripada KAI itu sendiri. Karena KCIC ini sekarang bagian daripada KAI, inilah yang kita cari solusi terbaik,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *