Zulhas–Wakapolri Tanam Jagung di Lampung, Perkuat Produksi dan Target Swasembada
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menanam jagung di Lampung Selatan sebagai langkah memperkuat produksi nasional dan mempercepat target swasembada.
“Saya terima kasih banyak dukungan yang luar biasa dari Polri untuk (produksi) jagung,” ujar Zulhas usai kegiatan Penanaman Jagung Menuju Swasembada Pangan di Lampung Selatan, Selasa.
Zulhas menilai dukungan Polri dalam pembukaan dan optimalisasi lahan produktif menjadi elemen penting menjaga stabilitas pangan. Ia menyebut peran Polri melengkapi kontribusi TNI dalam produksi padi, pembukaan sawah, hingga distribusi pangan.
“Itulah Indonesia, memang kita ini gotong royong bersama-sama, karena kalau tidak nggak bisa kuat, kalau kita bareng-bareng bisa kuat,” katanya.
Ia menegaskan ketahanan pangan tahun ini menunjukkan tren positif. Indonesia tidak melakukan impor beras, sementara stok Bulog mencapai sekitar 4 juta ton.
“Apa buktinya? Tahun lalu kita impor beras 4,5 juta ton, tahun ini impornya nol,” ucapnya.
Zulhas juga menyebut kenaikan nilai tukar petani (NTP) dari 116 menjadi 124 persen sebagai bukti penguatan produksi meningkatkan kesejahteraan petani.
Di lokasi yang sama, Wakapolri menyampaikan penanaman jagung nasional pada kuartal keempat menargetkan 1,3 juta hektare hingga akhir 2025. Polri telah merealisasikan sekitar 883 ribu hektare dan mendorong capaian 1 juta hektare pada Desember.
Ia memperkirakan produksi jagung nasional mencapai 2,8 juta ton dari target 4 juta ton. Tambahan luas tanam Desember diharapkan memperkuat capaian tersebut.
“Untuk Lampung sendiri, secara umum untuk tanam jagung sudah kurang lebih sekitar 2.800 hektare. Hari ini kita 89 hektare, tapi Bapak Menko tadi menyampaikan ke saya yang sudah ditanam sekitar 300 hektare,” kata Wakapolri.
Ia juga menyebut serapan jagung di Lampung termasuk tertinggi secara nasional.
“Untuk serap jagung sendiri dari 147 ribu ton yang dilakukan oleh Bulog… Lampung berada di angka hampir 90 persen, capaian serap jagung di angka 23 ribu ton,” ujarnya.
Lampung disebut memenuhi target luas tanam dan diproyeksikan mencapai target panen, sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, ini semuanya untuk meningkatkan kesejahteraan petani jagung,” kata Wakapolri.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan jajaran Forkopimda.

