Yan Mandenas Minta Pengelola Dapur MBG di Papua Utamakan Kemanusiaan
Anggota Komisi XIII DPR Yan P. Mandenas meminta pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan menomorsatukan sisi kemanusiaan dalam menjalankan program tersebut.
“Kami berharap pengelola dapur MBG di seluruh wilayah Indonesia khususnya Papua Pegunungan untuk mengedepankan sisi kemanusiaan dibandingkan bisnis, sehingga penerima manfaat benar-benar memperoleh asupan gizi yang sesuai,” katanya dalam keterangan tertulis di Wamena, Kamis.
Menurut dia, pendekatan kemanusiaan akan membuat pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto mencapai sasaran. “Kami menyarankan siapa pun yang akan mengelola dapur MBG supaya mengedepankan kemanusiaan, sehingga dalam tata kelola bisnis diperoleh tetapi tidak mengambil lebih dan sasaran penerima manfaat memperoleh asupan gizi yang baik dapat terwujud,” ujarnya.
Ia meminta pengelola dapur, terutama di Jayawijaya, bekerja lebih optimal agar pelajar dari PAUD hingga SMA/SMK mendapatkan kecukupan gizi. “MBG merupakan program unggulan bapak presiden untuk memberikan asupan gizi yang optimal bagi generasi muda Indonesia untuk mewujudkan visi misi besar Indonesia Emas di tahun 2045,” katanya.
Yan menambahkan bahwa tahun depan seluruh wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Papua Pegunungan, harus sudah memiliki pengelola dapur MBG. “Tahun depan kami akan mendorong percepatan program MBG di seluruh wilayah Papua khususnya wilayah 3T sudah harus tercover. Kami akan berkoordinasi dengan kepala BGN untuk mengundang kepala-kepala daerah di Papua atau mengirimkan tim untuk mendorong percepatan program MBG di enam provinsi tanah Papua,” ujarnya.

