Mekeng: Tanpa Pancasila, Indonesia Bisa Pecah

Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI Melchias Markus Mekeng menegaskan Pancasila merupakan perekat utama bangsa yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman. “Kalau tidak ada Pancasila, saya yakin negara ini sudah pecah. Kita bisa hidup rukun sampai hari ini karena ada alat perekat bangsa, yaitu Pancasila,” kata Mekeng dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

 

Pernyataan itu disampaikan Mekeng saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Ia menyinggung pada era Orde Baru penguatan Pancasila dilakukan secara masif melalui P4 dan Pendidikan Moral Pancasila, namun pascareformasi penguatan ideologi tersebut sempat melemah.

 

“Dulu, ada anggapan bahwa Pancasila tidak perlu dikultuskan. Padahal, kalau Pancasila tidak dikuatkan, terutama kepada generasi muda, ini sangat berbahaya,” kata dia. Mekeng mengingatkan almarhum Taufik Kiemas semasa menjabat Ketua MPR telah mewaspadai masuknya ideologi-ideologi baru yang berpotensi merusak persatuan bangsa.

 

“Lewat media sosial, narasi yang menjelekkan Pancasila bisa dengan mudah masuk sampai ke pelosok. Ini yang harus kita waspadai,” ujarnya. Ia mencontohkan perpecahan di sejumlah negara seperti Yugoslavia, Irak, Libya, dan Suriah akibat rapuhnya ideologi pemersatu.

 

Mekeng menekankan pentingnya penguatan Pancasila melalui sistem pendidikan nasional, termasuk pembiasaan membaca Pancasila dan menyanyikan Indonesia Raya sebelum kegiatan belajar. “Kalau ini luntur, itu hanya soal waktu negara ini pecah. Pendidikan ideologi harus dimulai sejak dini,” katanya, seraya menegaskan Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—“tidak boleh dipisahkan” dan merupakan “harga mati.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *