Prabowo: Pancasila Konsensus Agung yang Menyatukan Indonesia sebagai Satu Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Pancasila merupakan konsensus agung yang memungkinkan Indonesia tetap berdiri sebagai satu bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan wilayah yang tersebar di ribuan pulau.

Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin, Prabowo mengatakan Pancasila lahir dari perjalanan sejarah, pengalaman, budaya, serta cita-cita bangsa Indonesia sendiri.

“Pancasila adalah sebuah konsensus agung, suatu kesepakatan kebangsaan yang memungkinkan bangsa kita, yang terdiri atas ribuan pulau, ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, dan ratusan budaya yang berbeda-beda untuk hidup sebagai satu bangsa,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, tema peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini, yakni “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, memiliki makna yang sangat relevan di tengah berbagai tantangan global yang penuh ketidakpastian.

Prabowo menilai Indonesia memiliki pegangan yang kuat dalam menghadapi dinamika geopolitik, perang dagang, hingga tantangan ekonomi dunia, yaitu Pancasila sebagai dasar dan pedoman kehidupan berbangsa.

Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh dipandang hanya sebagai dokumen sejarah atau slogan yang diucapkan dalam upacara kenegaraan semata.

“Pancasila adalah pedoman untuk mengatur kehidupan berbangsa, kehidupan bermasyarakat, kehidupan bernegara, termasuk bagaimana kita membangun sistem ekonomi nasional kita,” katanya.

Prabowo juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk mengenang lahirnya dasar negara Indonesia. Ia mengingatkan bahwa gagasan besar tentang Pancasila pertama kali disampaikan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 81 tahun lalu.

“Hari ini kita peringati 81 tahun hari lahirnya Pancasila. 81 tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia dan menyampaikan gagasan besar yang kemudian menjadi dasar falsafah negara Republik Indonesia,” ujar Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *