PKS: RUU BPIP Perkuat Pancasila di Tengah Turbulensi Global

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menilai Rancangan Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) penting untuk memperkuat Pancasila di tengah dinamika global.

 

Koordinator Baleg Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, mengatakan penguatan Pancasila merupakan kebutuhan mendesak di tengah arus globalisasi dan teknologi informasi yang menggerus nilai kebangsaan.

“Identitas bangsa terancam oleh penetrasi budaya instan dominan yang tidak selaras dengan kepribadian Indonesia,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

 

Ia menyebut kondisi dunia yang dipenuhi ketidakadilan dan tragedi kemanusiaan menuntut paradigma baru dalam hubungan antarbangsa. Jazuli mengingatkan pidato Bung Karno di Sidang Umum PBB 1960.

“Apa yang disampaikan Bung Karno lebih dari enam dekade lalu justru semakin relevan hari ini. Pancasila bukan hanya fondasi bangsa Indonesia, tetapi tawaran etika global untuk perdamaian dan keadilan,” ujarnya.

 

PKS berharap BPIP dapat memperkuat internalisasi Pancasila dalam kebijakan dan kehidupan berbangsa.

“Pancasila harus menjadi kompas sekaligus benteng kebangsaan dari berbagai anasir ideologi destruktif,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya memastikan nilai Pancasila terwujud dalam pembangunan nasional. Selain itu, PKS memperjuangkan agar TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tetap dicantumkan dalam Ketentuan Mengingat RUU BPIP.

“Ini penting untuk menjaga konsistensi sejarah, ketertiban hukum, serta mengokohkan arah ideologi bangsa. Alhamdulillah, usulan Fraksi PKS diterima,” ujarnya.

 

Jazuli menegaskan komitmen PKS mengawal implementasi Pancasila agar tidak berhenti pada slogan.

“Semoga RUU ini menjadi momentum memperkokoh kebangsaan, memperkuat karakter bangsa, dan menuntun Indonesia menuju masa depan yang lebih bermartabat,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *