Said Aqil Ajak Islah dan Hormati Musyawarah Kubro PBNU

Mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak semua pihak menghormati pertemuan Mustasyar PBNU yang bertujuan mencari solusi atas konflik internal PBNU. Ia mengaku prihatin dan malu karena konflik tersebut bertentangan dengan jati diri NU sebagai penengah yang moderat.

“Sungguh sangat ironis, sungguh sangat malu, yang konon katanya kita bisa menjadi penengah, moderat, tawasut, tawazun, eh kita sendiri berkonflik,” kata Said Aqil dalam Forum Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Minggu.

Ia mengajak seluruh pihak melakukan muhasabah dan tidak saling menyalahkan. “Kalau sudah muhasabah, mari semua katakan, yang salah saya bukan siapa-siapa. Kami yang salah. Kenapa separah ini perselisihan di PBNU dan ini menjadi tertawaan semua orang,” ujarnya.

Said Aqil menegaskan konflik PBNU tidak melibatkan campur tangan pemerintah dan berharap segera ada penyelesaian melalui islah. “Sampai sekarang Istana tidak ikut campur, sampai kapan kita seperti ini. Mari kita cepat selesaikan, islah,” katanya, seraya menyebut muktamar dapat diserahkan ke PCNU dan PWNU bila konflik berlarut.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyatakan terbuka untuk tabayun dan siap tunduk pada keputusan forum. “Sejak awal saya senantiasa menginginkan islah… dan saya sepenuhnya taslim,” kata Gus Yahya. Ia juga mengaku telah meminta waktu menghadap Rais Aam dan akan menunggu hingga 3×24 jam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *