BKM Minta Masjid di Jalur Mudik Buka 24 Jam
Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) menginstruksikan agar masjid di sepanjang jalur mudik Lebaran tetap beroperasi selama 24 jam untuk melayani pemudik yang membutuhkan tempat istirahat. Ketua Umum BKM sekaligus Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menekankan pentingnya menyediakan fasilitas yang nyaman bagi mereka yang dalam perjalanan.
“Masjid di jalur mudik sebaiknya tetap terbuka sepanjang hari dan memberikan layanan terbaik, seperti toilet yang bersih, area istirahat, serta makanan dan minuman untuk berbuka puasa,” ujar Abu di Jakarta, Rabu (19/3).
Arahan ini sejalan dengan gagasan Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang ingin masjid dijadikan sebagai posko atau tempat singgah alternatif guna mengurangi kepadatan di rest area dan SPBU. Abu juga mendorong para pengurus masjid untuk menjadikan tempat ibadah sebagai “Masjid Ramah Musafir”, yang dapat memberikan fasilitas lengkap bagi para pemudik.
Saat ini, BKM telah terbentuk di 28.070 lembaga yang tersebar di berbagai daerah, sementara jumlah masjid dan mushalla di Indonesia mencapai 690.434 berdasarkan data dari Sistem Informasi Masjid (SIMAS).
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah sekaligus Ketua Harian BKM Pusat, Arsad Hidayat, menambahkan bahwa BKM memiliki peran penting sebagai penghubung antara pemerintah dan pengelola masjid. Dengan adanya anggaran revitalisasi BKM pada 2025, ia berharap peran lembaga ini semakin kuat dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, terutama selama momen mudik Lebaran,” kata Arsad.
Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan rencana pemanfaatan masjid sebagai posko alternatif bagi pemudik. Dengan kebijakan ini, pemudik diharapkan dapat beristirahat dengan lebih nyaman tanpa menyebabkan penumpukan di rest area, yang sering menjadi salah satu pemicu kemacetan.
Penulis : Clarissa Setya

