Program MBG Berdampak Pada Kemiskinan

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyoroti dampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekosistem ekonomi, serta pengurangan angka kemiskinan.

“Kita semua terkejut melihat betapa besar dampak program MBG ini terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekosistem ekonomi, dan tentu saja, pengurangan kemiskinan,” ujar Luhut dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Menurut Luhut, kesimpulan ini didasarkan pada laporan Ahli Kemiskinan, Prof. Arief Anshory Yusuf, yang menyatakan bahwa program MBG memiliki efek signifikan.

Jika diimplementasikan dengan baik, MBG berpotensi menciptakan hingga 1,9 juta lapangan kerja baru dan menurunkan angka kemiskinan menjadi 5,8 persen. Selain itu, program ini juga berpotensi mengurangi ketimpangan sosial.

Sebagai contoh, sebuah keluarga dengan tiga anak bisa menerima bantuan hingga Rp600.000 per bulan melalui program MBG. jumlah itu dinilai lebih besar dibandingkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang masing-masing sekitar Rp200.000.

“Jadi, dampaknya memang besar. Semua memahami hal ini, tapi tetap perlu kajian kuantitatif untuk memastikan hasilnya. Karena program ini sangat progresif, kita harus memastikan implementasinya berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menambahkan, Ahli Kemiskinan, Arief Anshory Yusuf mengusulkan tiga langkah strategis. Pertama, melakukan tinjauan proses bisnis serta audit rutin oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kedua, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan program guna menumbuhkan rasa memiliki. Ketiga, mencegah kebocoran dalam rantai pasok dengan mengurangi ketergantungan pada bahan impor yang tidak perlu.

“Jika rantai pasoknya terjaga dengan baik, dampaknya akan sesuai harapan. Karena itu, mari kita kawal bersama, karena ini adalah program unggulan bangsa,” tegas Arief.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama para menteri dan anggota DEN. Selain Luhut dan Arief, rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, serta anggota DEN Chatib Basri.

Penulis : Clarissa Setya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *