Megawati Buka Penguatan Kader PDIP, Tekankan Disiplin dan Turun ke Rakyat
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, resmi membuka agenda penguatan organisasi bagi ketua, sekretaris, dan bendahara (KSB) pengurus daerah se-Indonesia di Sekolah Partai, Jakarta, Kamis.
Dalam arahannya, Megawati menekankan pentingnya pemahaman berpikir kritis-dialektis ala Soekarno agar kader memiliki visi masa depan sekaligus tetap membumi.
“Saya akan memberikan peringatan keras kepada kader yang tidak mau bekerja secara maksimal di lapangan. Dilarang korupsi, turun ke bawah rasakan denyut kehidupan rakyat. Di situlah kalian akan memahami politik sebagai kehidupan,” kata Megawati.
Ia juga menyoroti dinamika global, termasuk ketegangan Iran–Israel di Selat Hormuz yang dinilai berdampak pada ekonomi nasional.
“Saya sudah perintahkan agar para kepala daerah dan pimpinan dewan dari PDI Perjuangan mengambil kebijakan terobosan untuk melakukan penghematan anggaran. Kedepankan sense of priority and urgency. Pastikan kebutuhan pangan rakyat. Buat mobilisasi kerja padat karya,” ujarnya.
Di dalam negeri, Megawati menyinggung keluhan masyarakat, khususnya para ibu, terkait kenaikan harga bahan pokok seperti cabai. Ia meminta kader tidak pasif dan aktif turun membantu rakyat.
Ia mendorong program kreatif seperti ketahanan pangan keluarga dan sosialisasi buku masakan murah bergizi untuk menekan stunting.
Megawati juga mengingatkan posisi PDIP sebagai penyeimbang di luar kabinet, sehingga kader diminta disiplin dan taat hukum.
Dalam aspek organisasi, ia membedah peran KSB. Ketua diminta mampu mengonsolidasikan anggota hingga ke bawah, sekretaris bertanggung jawab atas operasional, sementara bendahara dilarang mencampur uang pribadi dengan dana partai.
“Kalau Bendahara, uang jangan dikekep sendiri (dipegang sendiri). Kita punya tabungan-tabungan dana abadi loh. Ketua harus bisa mengguyubkan orang-orangnya. Sekretaris itu tanggung jawab jalannya partai,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang transparan serta rapat rutin minimal sekali sepekan dengan sistem absensi ketat.
“Bikin dong kebiasaan rapat. Yang satu cari masalahnya apa, yang kedua cari solusinya. Jadi ini terus berjalan,” ujarnya.
Megawati menegaskan tujuan utama penguatan kader adalah membangun partai yang kokoh secara ideologis dan dekat dengan rakyat.
“Kemenangan bagi kita bukan sekadar kemenangan elektoral. Kemenangan bagi kita adalah ketika rakyat merasakan kehadiran partai. Ketika rakyat merasakan keadilan. Saya hanya ingin partai ini tetap tegak menjadi sokoguru bagi negara dan bangsa,” tuturnya.
Kegiatan ini dihadiri ratusan pengurus daerah, baik langsung maupun daring, dan akan berlangsung beberapa pekan ke depan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut Sekolah Partai sebagai ruang pelembagaan ideologi dan penguatan semangat perjuangan kader.
“Jadikan lah pelatihan ini sebagai momentum untuk membangkitkan energi perjuangan. Kontemplasikan setiap materi yang diberikan agar meresap sehingga menjadi pedoman perilaku kader partai. Kepercayaan rakyat menjadi modal penting dalam pemenangan Pemilu 2029,” ujar Hasto.

