Areif Hidayat Dorong Pemerintah Selaraskan Kebijakan dengan Trisakti

Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI, Areif Hidayat, menilai pemerintah perlu menyelaraskan arah kebijakan dengan konsep Trisakti yang digagas oleh Proklamator Soekarno.

“Saya kira perlu harus lebih fokus ke arah apa yang sudah ditanamkan oleh Bung Karno. Itu saya, itu menurut saya,” ujarnya saat menghadiri acara Halalbihalal Alumni GMNI di Gedung TVRI, Jakarta Pusat.

Areif menjelaskan, konsep Trisakti tetap relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Menurutnya, Trisakti menekankan tiga hal utama, yakni kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam budaya.

“Trisakti adalah berdaulat di bidang politik, punya kemandirian di bidang ekonomi, dan mempunyai kepribadian di bidang budaya,” jelasnya.

Ia menilai prinsip tersebut dapat menjadi landasan bagi Indonesia untuk lebih berperan dalam forum internasional, termasuk dalam menjaga perdamaian dunia di tengah konflik global, seperti yang terjadi di Timur Tengah.

Selain Trisakti, Areif juga menekankan pentingnya mengacu pada Dasasila Bandung sebagai pedoman dalam membangun tatanan geopolitik yang aman dan berkeadilan.

“Saya kira itu dapat dijadikan sebagai dasar untuk membina geopolitik yang aman, tertib, dan untuk kesejahteraan bersama umat manusia di dunia,” katanya.

Menanggapi aktivitas Presiden Prabowo Subianto yang aktif melakukan kunjungan luar negeri dan terlibat dalam berbagai forum internasional, Areif menilai langkah tersebut sudah sejalan. Namun, ia mengingatkan agar arah kebijakan tetap berfokus pada implementasi nilai Trisakti dan Dasasila Bandung.

“Saya kira kalau saya melihat harus lebih fokus ke arah bagaimana menerapkan Trisakti dan Dasasila Bandung di dalam forum-forum internasional itu,” tutupnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk GMNI, untuk memperkuat solidaritas nasional, menjaga stabilitas politik dan ekonomi, serta mengutamakan kepentingan nasional agar Indonesia tetap tangguh dan kompetitif di tengah dinamika global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *