Bamsoet Minta Pemerintah Persempit Ruang Gerak Mafia Pangan

MEDIATAMA – Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bambang Soesatyo meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mempersempit ruang gerak mafia pangan yang terus melakukan manipulasi komoditas.

“Semua institusi itu tidak boleh berhenti memerangi mafia pangan. Cerita dan narasi tentang sepak terjang mafia pangan bukan hal baru. Sebagai pemburu rente, mafia pangan tak pernah berhenti mencari modus baru,” kata Bamsoet di Jakarta, Sabtu.

Ia menegaskan, penindakan harus diperkuat apabila sanksi administratif tidak efektif, termasuk terhadap manipulasi beras premium dan beras fortifikasi yang tidak memenuhi ketentuan.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga meminta aparat menindak tegas mafia pangan. Ia mengaku telah menyurati Kapolri untuk mendorong pemberantasan praktik tersebut.

“Mafia ini tidak boleh dikasih ruang. Jadi yang demo adalah produsen, konsumen juga demo. Dua-duanya demo. Terus dimana kita? Inilah pemerintah. Kami sudah menyurat ke Kapolri. Ini harus ditindaki. Ini harus diberesin. Ini menyengsarakan rakyat kecil,” tegas Amran.

Pemerintah bersama Satgas Pangan Polri telah menindak 102 tersangka sepanjang 2024–2026. Pada September 2026, Bapanas juga mengungkap 25 merek beras fortifikasi milik 11 pelaku usaha yang bermasalah dalam aspek administrasi, nilai gizi, dan mutu, berdasarkan pengawasan di 11 provinsi terhadap 190 sampel beras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *