Gus Yahya: BoP Bisa Jadi Instrumen Deeskalasi Perang Timur Tengah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyatakan Board of Peace (BoP) berpotensi menjadi wahana untuk mendorong deeskalasi dan perdamaian konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Menurutnya, BoP sejauh ini belum menghasilkan tindakan konkret karena masih pada tahap awal pembicaraan. Namun forum tersebut melibatkan sejumlah negara Timur Tengah serta Indonesia yang telah sepakat menjaga komunikasi.
“Semua itu nantinya akan bisa menjadi instrumen untuk menjadikan BOP ini justru wahana mendorong terjadinya deeskalasi dan perdamaian,” kata Yahya usai menghadiri acara silaturahmi Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Ia menambahkan Presiden Prabowo Subianto berupaya menggunakan BoP sebagai instrumen untuk mendorong perdamaian. Bahkan, Indonesia dapat mengusulkan agar agenda-agenda BoP ditunda hingga ada pembicaraan deeskalasi perang antara Amerika Serikat–Israel dan Iran.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga menggelar buka puasa bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam momen tersebut, keempat tokoh tampak berbuka puasa bersama di satu meja bundar kecil sambil menikmati takjil dan kurma.

