Prabowo: “Indonesia Tidak Bodoh, Kita Tahu Siapa yang Ganggu”
Presiden Prabowo Subianto mengaku geram terhadap pihak-pihak yang dinilai terus mengganggu dan meremehkan Indonesia, meski berbagai capaian telah diraih dalam beberapa bulan terakhir.
“Kita sudah buktikan kepada bangsa, rakyat dan dunia, kita sudah mencapai swasembada beras, sebentar lagi swasembada jagung, sebentar lagi yang lain-lain. Kita benar-benar akan berdiri di atas kaki sendiri. Indonesia akan menjadi negara yang kuat, tetapi (kita) tidak boleh menjadi negara yang sombong. Kita akan hormati semua negara. Sekali lagi, kita diganggu, kita tahu kita diganggu. Jangan kira kita gak tahu,” ujar Prabowo di hadapan pejabat negara dan petinggi Polri di Jakarta, Jumat (13/2).
Ia menegaskan Indonesia memahami pihak-pihak yang mencoba melemahkan moral bangsa.
“We are not stupid. Ini gue bicara sama mereka-mereka itu. Please, dear friends, Indonesia, Indonesians are not stupid! We know what’s happening. Kita tahu, kita tahu siapa yang biayai gerakan-gerakan menjelek-jelekkan bangsa Indonesia. Karena mereka takut kita kuat, mereka takut kita sejahtera. Kita tidak mau mengganggu bangsa lain. Kita hanya ingin rakyat kita hidup dengan baik,” katanya.
Prabowo juga menyinggung sejumlah ekonom yang dinilainya kerap merendahkan capaian nasional.
“Gak tahu ini, ada ahli-ahli ekonomi yang gak jelas dari mana itu. Selalu nurunkan moril, saya mau tanya: Kamu itu warga negara mana? … Konsumsi rumah tangga tertinggi, gak ada yang komentar baik. Penerimaan pajak bulan ini konon kabarnya naik, tertinggi selama beberapa tahun,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan fokus bekerja dan membuktikan hasilnya, termasuk peningkatan laba BUMN.
“Saya ingatkan siapapun di lembaga mana pun, terutama yang mengelola kekayaan rakyat: Saudara-saudara jagalah kehormatan, jagalah kepentingan dan keselamatan rakyat Indonesia. Kalau kau meneruskan praktik-praktik yang merugikan bangsa dan rakyat, pemerintah akan menggunakan segala kekuatan yang ada pada pemerintah tanpa ada pandang bulu,” tegasnya.

