100 Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, 9.700 Siswa Mulai Belajar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan bahwa proses seleksi siswa dan guru untuk 100 titik Sekolah Rakyat telah rampung dan siap memulai kegiatan belajar.
“Untuk 100 Sekolah Rakyat sudah selesai. Yang 63 titik mulai 14 Juli, sementara 37 sisanya menyusul akhir Juli atau awal Agustus,” ujar Gus Ipul di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/7).
Dari 100 sekolah tersebut, tercatat lebih dari 9.700 siswa, didukung oleh lebih dari 1.500 guru dan 2.000 tenaga kependidikan.
Gus Ipul juga menyampaikan bahwa Kemensos tengah menyiapkan lebih dari 50 titik tambahan yang ditargetkan beroperasi pada September, dengan proyeksi kapasitas siswa bertambah menjadi 15.000 dan tambahan sekitar 800 guru. Proses seleksi guru masih berlangsung dan dilakukan oleh Satgas Seleksi Guru di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa anggaran per siswa di Sekolah Rakyat mencapai Rp48 juta per tahun untuk mendukung seluruh kebutuhan pembelajaran.
“Sekolah Rakyat ini inklusif. Siswa dipilih berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memprioritaskan warga miskin ekstrem di desil satu,” ujar Agus.
Ia menambahkan, pada 2026 seluruh siswa dari sekolah rintisan akan dipindahkan ke Sekolah Rakyat permanen.

