Komisi VII DPR Tindak Lanjuti Usulan Insentif Desa Wisata Nglanggeran

MEDIATAMA – Komisi VII DPR RI berkomitmen menindaklanjuti sejumlah usulan pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terkait pengembangan pariwisata dan pemberian insentif bagi desa wisata.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengatakan masukan pengelola Nglanggeran, termasuk mengenai indikator penilaian status desa wisata, perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah.

“(Misalnya) masukan terkait key indicator untuk digunakan para evaluator,” kata Rahayu saat kunjungan kerja ke Gunungkidul, Jumat.

Pengelola Nglanggeran mengusulkan agar indikator evaluasi dan kurasi status desa wisata, mulai dari Rintisan, Berkembang, Maju hingga Mandiri, diperjelas, terutama terkait insentif atau bantuan pemerintah.

Rahayu mengatakan perlu ada insentif yang jelas agar desa wisata yang telah maju terdorong naik menjadi mandiri, sementara desa yang sudah mandiri tetap dapat mempertahankan keberlanjutan pariwisatanya.

“Rupanya tadi ada masukan dari Pokdarwis yang mengelola Desa Wisata Nglanggeran, ini sepertinya belum ada insentif yang jelas untuk desa wisata yang mau naik dari maju ke mandiri,” katanya.

Ia berkomitmen membawa persoalan tersebut dalam rapat kerja Komisi VII bersama Menteri Pariwisata, termasuk dalam pembahasan tindak lanjut Undang-Undang Kepariwisataan.

Sekretaris Pokdarwis Nglanggeran Sugeng Handoko mengatakan desa wisata diklasifikasikan dalam empat tingkatan, yakni Rintisan, Berkembang, Maju, dan Mandiri. Menurut dia, sebagian desa wisata maju ragu meningkatkan status karena khawatir kehilangan bantuan pemerintah.

“Nah ini, mohon maaf, biasanya itu beberapa desa wisata maju yang akan naik ke mandiri terkadang mangu-mangu karena merasa nyaman dengan bantuan dari pemerintah dengan status sebagai desa wisata maju,” katanya.

Karena itu, Sugeng meminta pemerintah memperjelas skema insentif bagi desa wisata berstatus maju maupun mandiri. Selain itu, ia menyampaikan kebutuhan perbaikan infrastruktur, salah satunya penerangan jalan di kawasan wisata Nglanggeran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *