Komisi VI DPR Dorong Penambahan Armada KRL Jabodetabek

MEDIATAMA – Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim mendorong pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI segera menambah armada KRL Jabodetabek untuk mengatasi kepadatan penumpang, terutama pada jam sibuk.

“Kami melihat kondisi saat ini. KRL sudah amat sangat padat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Kondisi ini tentu tidak nyaman bagi masyarakat,” kata Rivqy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Rivqy mengutip data KAI semester I 2026 yang menunjukkan rata-rata pengguna KRL Jabodetabek mencapai 1,1 juta penumpang per hari dan dapat meningkat hingga 1,3 juta penumpang pada kondisi tertentu.

“Kepadatan tidak bisa terus dianggap sebagai konsekuensi yang harus diterima masyarakat. Negara harus hadir memastikan pertumbuhan jumlah penumpang diikuti pertumbuhan kapasitas layanan,” katanya.

Menurutnya, jika pemerintah memutuskan mengimpor rangkaian KRL, keputusan tersebut harus mempertimbangkan manfaat, risiko, serta biaya penggunaannya.

“Kalau pemerintah memutuskan impor KRL, jangan sekadar berpikir bagaimana kereta bisa cepat datang. Hal yang harus dipastikan adalah apakah kereta tersebut benar-benar aman, laik operasi, sesuai dengan kondisi infrastruktur kita, dan memberikan kenyamanan kepada penumpang,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah memastikan keselamatan, kelaikan teknis, kesesuaian dengan infrastruktur dan sistem persinyalan, serta ketersediaan suku cadang dan kemampuan perawatan.

Di sisi lain, keputusan impor KRL diingatkan tidak boleh melemahkan industri perkeretaapian nasional.

“Jadi, solusinya bukan sekadar menambah kereta. Kita harus membangun ekosistem transportasi KRL yang kapasitasnya memadai, aman, nyaman, tepat waktu, dan mampu mengantisipasi pertumbuhan penumpang ke depan,” kata Rivqy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *