Penguatan Hubungan Dagang RI-AS Dinilai Langkah Positif

Pengamat Ekonomi-Perbankan sekaligus Dosen Binus University, Doddy Ariefianto, menilai negosiasi tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) pekan ini sebagai langkah positif untuk menyeimbangkan neraca perdagangan dan memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Dalam pertemuan resmi di Washington D.C., delegasi kedua negara sepakat menuntaskan negosiasi dalam 60 hari. Kesepakatan mencakup pembangunan koridor rantai pasok yang tangguh, penguatan kemitraan industri, serta penyusunan peta jalan perdagangan yang saling menguntungkan.

“Ini langkah bagus. Kebijakan tarif Trump makin jelas mengarah ke perang dagang AS–China. Kalau kita terlalu condong ke salah satu, yang lain bisa anggap kita musuh. Kita harus menjaga keseimbangan,” kata Doddy, Jumat (18/4).

Untuk mempererat hubungan dagang, pemerintah Indonesia siap meningkatkan impor sejumlah komoditas strategis seperti LPG, minyak mentah, bensin, gandum, kedelai, pakan ternak, serta barang modal yang belum optimal dipenuhi dari dalam negeri.

Indonesia juga membuka peluang besar bagi perusahaan AS berinvestasi di Tanah Air, melalui percepatan perizinan, insentif, dan kemudahan impor.

Negosiasi tak hanya menyasar perdagangan barang, tapi juga mencakup kerja sama jangka panjang di sektor mineral kritis, ekonomi digital, serta pengembangan SDM dan teknologi.

Doddy menekankan, di tengah kompleksitas perdagangan global, Indonesia harus berperan sebagai penyeimbang di antara dua kekuatan besar dunia.

“Kalau gajah bertarung, yang kecil bisa keinjak. Situasi ini sensitif, perlu pendekatan simultan ke AS dan China,” ujarnya.

Ia menilai Indonesia sebagai negara besar semestinya mampu membangun kekuatan netral bersama negara lain.

“Indonesia bisa menggandeng negara lain untuk mendukung WTO, menyuarakan keprihatinan, dan mendorong deeskalasi,” tambahnya.

Negosiasi ini dipimpin empat tokoh utama Indonesia: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Sugiono, Wamenkeu Thomas Djiwandono, dan Wakil Ketua Dewan Energi Nasional Mari Elka Pangestu.

 

 

Penulis : Clarissa Setya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *