Great Institute Nilai Sikap RI Hadapi Perang Tarif Trump Sudah Tepat
Lembaga riset ekonomi, politik, dan teknologi, Great Institute, menilai sikap Indonesia dalam menghadapi perang tarif antara Amerika Serikat dan China sudah tepat. Indonesia dinilai berhasil memisahkan kepentingan kedua negara dan menegaskan posisinya sebagai negara yang mandiri.
“Langkah Presiden Prabowo sudah benar, karena ingin membahas hubungan dagang secara terpisah dan mandiri sebagai negara yang berdaulat, baik dengan Amerika maupun China,” kata Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, Jumat (25/4).
Ia menjelaskan bahwa kebijakan tarif sepihak dari Presiden AS, Donald Trump, telah menimbulkan ketidakpastian ekonomi global. Kebijakan ini memicu reaksi keras dari Pemerintah China dan menyebabkan terjadinya perang dagang antara kedua negara tersebut.
Syahganda juga menambahkan bahwa perang tarif ini membuat para pengambil kebijakan di Indonesia khawatir. Sebab, baik AS maupun China bisa menekan Indonesia jika merasa dirugikan dalam hubungan dagang.
Sementara itu, mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015–2018, Tito Sulistio, mengingatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati saat bernegosiasi.
“Hubungan politik dengan Amerika harus dijaga. Kondisi keuangan kita masih sangat bergantung pada AS. Kalau Amerika tersinggung, mereka bisa membuat ekonomi kita makin sulit,” katanya.
Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, juga mengajak semua pihak dan masyarakat untuk memperkuat ekonomi rakyat agar bisa menghadapi dampak perang tarif.
“Ayo kita dukung Presiden Prabowo dalam menjalankan program-program kerakyatan, seperti koperasi desa merah putih, swasembada pangan, swasembada energi, dan makan bergizi gratis,” ujar Ferry.
Penulis : Clarissa Setya

