Anggota DPR Minta Pemerintah Lindungi UMKM Dari Imbas Kebijakan Tarif AS
Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, meminta pemerintah melindungi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menyusul kebijakan tarif Resiprokal dari Amerika Serikat.
“Salah satu yang harus dijaga oleh pemerintah adalah ekosistem sektor UMKM agar tetap bertahan,” ujar Hendry dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/4).
Menurutnya, untuk melindungi UMKM, pemerintah bisa memperkuat perdagangan dalam negeri dan mencari mitra dagang baru di luar AS dan China dalam jangka pendek.
Ia menambahkan, mitra dagang baru penting karena tarif dari AS dianggap sebagai upaya menghadapi tekanan ekonomi dari China.
“AS dan China adalah dua tujuan ekspor kita. China akan mengoreksi kebijakan ekonominya. Otomatis juga berpengaruh terhadap ekspor komoditas kita ke sana. Kedua negara ini otomatis menahan laju ekspor kita,” kata dia.
Selain itu, ia mengatakan pemerintah bisa memperkuat perlindungan bagi UMKM dengan memberi bantuan ringan dan keringanan pajak. Menurutnya, hal ini bisa membantu UMKM tetap bertahan.
Ia juga menyarankan agar pemerintah menyesuaikan tarif impor, membatasi kuota, dan melarang impor barang-barang tertentu.
“Proteksi pemerintah ini bakal jadi faktor penting penyelamatan UMKM kita. Selama ini UMKM selalu jadi penyelamat ekonomi nasional,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengingatkan pemerintah untuk tetap berhati-hati karena kebijakan ini bisa berdampak pada sektor lain, seperti perdagangan dan keuangan negara.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (2/4) menandatangani perintah eksekutif tentang tarif balasan.
Akibat kebijakan ini, semua barang impor dari Indonesia akan dikenai tarif 32 persen oleh pemerintah AS.

