Kementan: Distribusi Sapi Kurban Dari NTB Diatur Ulang, Pasokan Aman
Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan pemerintah mengatur ulang distribusi sapi dari Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Pulau Jawa. Hal itu dimaksudkan guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha 1446 H sekaligus menjaga kestabilan pasokan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa pengiriman ternak kini menggunakan skema kombinasi jalur laut dan darat yang melintasi Pulau Bali, dengan tetap mengutamakan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Sebanyak 186 ekor sapi diberangkatkan dari Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, pada Selasa (22/4) menggunakan truk melalui rute Gili Mas – Padang Bai – Gilimanuk – Ketapang. Jalur ini dipilih untuk mengurangi antrean truk pengangkut di pelabuhan utama NTB.
“Dari 13 kapal ternak yang tersedia, masing-masing mampu memuat 10 hingga 12 truk. Saat ini ada 143 truk yang siap diberangkatkan,” ujar Agung, Jumat (25/4).
Penggunaan jalur alternatif ini merupakan hasil koordinasi Kementan dengan Kementerian Perhubungan, Badan Karantina Indonesia, serta dukungan pemerintah daerah. Skema tersebut dipilih setelah mempertimbangkan risiko penyakit hewan dan efektivitas logistik.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Imron, menegaskan bahwa semua ternak yang dikirim harus bebas dari gejala penyakit seperti PMK, LSD, dan anthrax. Persyaratan kesehatan hewan wajib dipenuhi dan diverifikasi oleh petugas karantina di titik keberangkatan dan tujuan.
Ia juga merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 17 Tahun 2023 yang memperbolehkan transit ternak tanpa bongkar muat, selama diawasi oleh otoritas veteriner.
Sementara itu, Direktur Standar Karantina Hewan, Wisnu Wasisa, menyampaikan bahwa tindakan karantina dilakukan melalui penerapan biosekuriti dan penyegelan truk. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada pembongkaran selama perjalanan serta mencocokkan dokumen seperti nomor polisi truk, identitas pengemudi, jenis dan jumlah ternak, hingga kondisi kesehatannya.
Jika terjadi kematian ternak di perjalanan, fasilitas pemusnahan bangkai telah disiapkan di Pelabuhan Ketapang.
Direktur Tindakan Karantina Hewan, Cicik Sukarsih, menambahkan bahwa tindakan desinfeksi juga dilakukan di pelabuhan pemasukan sebagai bagian dari pengawasan ketat.
Provinsi NTB dikenal sebagai salah satu lumbung ternak nasional yang setiap tahun memasok ribuan ekor sapi ke Pulau Jawa, terutama menjelang Idul Adha. Kelancaran distribusi sangat berpengaruh terhadap kestabilan pasokan dan harga di pasar.
Dengan diterapkannya skema jalur alternatif ini, pemerintah optimistis antrean distribusi di Pelabuhan Gili Mas dapat segera terurai.
Penulis : Clarissa Setya

